- Rupiah melemah 0,27% ke Rp17.289 per dolar AS akibat sentimen risk off global.
- Kenaikan harga minyak dunia dan konflik Timur Tengah picu tekanan pada rupiah.
- Mata uang Asia mayoritas loyo, dipimpin pelemahan dalam Baht Thailand.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka loyo pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda terkapar di zona merah akibat tekanan sentimen global dan lonjakan harga komoditas.
Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah pagi ini langsung merosot ke level Rp17.289 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) yang berada di posisi Rp17.242.
Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang menempatkan mata uang Garuda di level Rp17.245 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kejatuhan rupiah tidak lepas dari tren penguatan the greenback yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).
Selain faktor komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi beban berat bagi pasar keuangan. Penolakan Amerika Serikat terhadap proposal Iran memicu pesimisme pasar akan terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.
"Proposal ini memicu pesimisme pada harapan damai di Timur Tengah. Untuk hari ini, rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp17.200 hingga Rp17.300 per dolar AS," tegasnya.
Nasib nahas rupiah juga dialami mayoritas mata uang di Asia. Baht Thailand tercatat menjadi yang paling babak belur setelah anjlok 0,26 persen. Disusul won Korea Selatan yang ambles 0,24 persen, peso Filipina terkoreksi 0,22 persen, dolar Taiwan turun 0,16 persen, serta dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,006 persen.
Meski demikian, beberapa mata uang Asia masih mampu bertahan. Dolar Singapura memimpin penguatan sebesar 0,06 persen. Sementara yuan China dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,04 persen, serta yen Jepang yang merangkak naik tipis 0,006 persen.
Baca Juga: Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
-
Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian
-
IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100
-
BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun