Bisnis / Makro
Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB
Peruri bersama 14 BUMN lainnya terjun langsung ke jantung Papua melalui Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kepulauan Raja Ampat. Foto Suara.com
Baca 10 detik
  • Peruri & 14 BUMN kolaborasi TJSL di Raja Ampat untuk konservasi dan pemberdayaan 3T.
  • Ekonomi warga Kampung Mutus naik 87,5% berkat pendampingan BUMDes dan pelatihan selam.
  • Ratusan rumah di Papua kini akses listrik dan internet lewat sinergi berkelanjutan BUMN.

Suara.com - Komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memerangi ketimpangan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) kembali dibuktikan. Kali ini, Peruri bersama 14 BUMN lainnya terjun langsung ke jantung Papua melalui Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kepulauan Raja Ampat.

Berlangsung pada 22–24 April 2026, aksi korporasi ini menyasar Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun. Tak sekadar memberi bantuan, kolaborasi ini mengintegrasikan penguatan ekosistem lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menegaskan bahwa partisipasi ini adalah langkah nyata perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang. "Kami meyakini bahwa TJSL tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan nilai melalui pemberdayaan sosial dan pelestarian ekosistem," ujarnya dalam keterangan resmi.

Di Kampung Mutus, langkah konservasi dilakukan secara masif dengan penanaman 2.000 bibit mangrove dan rehabilitasi terumbu karang seluas 225 meter persegi. Menariknya, program ini sukses memacu urat nadi ekonomi warga. Melalui pendampingan BUMDes, pendapatan anggota dilaporkan melonjak hingga 87,5 persen berkat penguatan kapasitas pengelolaan.

Tak hanya lingkungan, aspek infrastruktur dasar turut menjadi sorotan. Sebanyak 119 rumah di Kampung Mutus kini terang benderang berkat akses listrik yang menjangkau 500 penerima manfaat. Di sektor pendidikan, renovasi sekolah dan penyediaan akses internet di SD YPK Effata serta SMPN 11 Raja Ampat menjadi prioritas demi memutus rantai keterisolasian digital.

Sementara itu, di Kampung Manyaifun, fokus diarahkan pada layanan sosial. Akses listrik diberikan kepada 59 rumah, lengkap dengan renovasi fasilitas ibadah dan sekolah guna mendukung aktivitas spiritual dan intelektual 150 warga setempat.

Direktur TJSL Badan Pengelola Investasi BUMN, Edi Eko Cahyono, menyebut sinergi lintas sektoral ini adalah strategi jitu agar dampak program lebih terukur. "Kolaborasi ini kami dorong untuk menghadirkan program yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Monitoring akan terus diperkuat agar dampak ekonominya benar-benar nyata," tegas Edi.

Selain Peruri, deretan raksasa BUMN seperti Pelindo, BRI, PLN, hingga Garuda Indonesia turut andil dalam konsorsium kebaikan ini. Melalui model kolaborasi ini, diharapkan kesejahteraan di wilayah 3T tidak lagi sekadar wacana, melainkan keberlanjutan yang dapat direplikasi di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Load More