Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB
IHSG berbalik arah dari menguat ke melemah pada awal perdagangan hari ini. Foto Rina-Suara.com
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia bergerak anjlok ke level 7.070 pada perdagangan Kamis pagi, 30 April 2026.
  • Sebanyak 3,27 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,53 triliun selama sesi perdagangan berlangsung.
  • Pasar diproyeksikan bergerak terbatas akibat tekanan jual investor asing serta kurangnya sentimen positif dari pasar global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dua arah di awal perdagangan, Kamis, 30 April 2026. IHSG dibuka menguat tipis ke level 7.103 atau 0,03 persen.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru anjlok 0,43 persen ke level 7.070.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,27 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,53 triliun, serta frekuensi sebanyak 177.200 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 234 saham bergerak naik, sedangkan 288 saham mengalami penurunan, dan 437 saham tidak mengalami pergerakan.

IHSG berbalik arah dari menguat ke melemah pada awal perdagangan hari ini. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ADHI, HERO, INOV, ESIP, CSIS, APIC, PTPP.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya KONI, BOBA, MEGA, BLUE, SHIP, LAPD, UDNG.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, di tengah masih adanya tekanan jual dari investor asing serta minimnya sentimen kuat dari global.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG berpotensi bergerak dalam fase sideways dengan rentang support di level 7.000 dan resistance di 7.160.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,41 persen ke level 7.101,2 pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Penguatan ini melanjutkan technical rebound setelah indeks sempat berada di area oversold dan mampu bertahan di atas level psikologis 7.000.

Meski demikian, tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 986 miliar di pasar reguler.

"Hal ini menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda," tulis riset tersebut.

Dari sisi global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57 persen ke level 48.861,81. Sementara S&P 500 turun tipis 0,04 persen ke 7.135,95, dan Nasdaq Composite justru menguat 0,038 persen ke 24.673,24.

Di kawasan Asia, pergerakan pasar juga cenderung mixed. Hal ini dipengaruhi kabar dari Uni Emirat Arab yang berencana keluar dari OPEC, yang berpotensi mengubah peta suplai serta dinamika harga minyak global.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang diproyeksikan tetap berada di level 3,75 persen.

Load More