Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 07:24 WIB
Indosat meluncurkan fitur SATSPAM di Jakarta. [Indosat]
Baca 10 detik
  • PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk mencatatkan total pendapatan Rp15,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, tumbuh 12,1% secara tahunan.
  • Layanan GPUaaS melalui AI Neocloud memberikan kontribusi pendapatan US$16 juta sebagai pilar bisnis baru yang sangat inovatif.
  • Perusahaan berencana melakukan monetisasi Fiberco pada kuartal ketiga 2026 untuk mendanai investasi spektrum infrastruktur 5G di masa depan.

Suara.com - Seiring dengan pergeseran fokus dari sekadar penyedia konektivitas menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital, emiten PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten yang mencuri perhatian.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal pertama tahun 2026 (1Q26), perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan yang selaras dengan ekspektasi pasar, didukung oleh pilar bisnis baru yang inovatif dan pengelolaan aset yang strategis.

Langkah ISAT dalam merambah bisnis Graphics Processing Unit as a Service (GPUaaS) melalui AI Neocloud mulai memberikan dampak nyata terhadap struktur pendapatan perusahaan.

Transformasi ini tidak hanya memperkuat posisi ISAT di mata investor tetapi juga memberikan dimensi baru dalam persaingan operator seluler di tanah air yang kini semakin fokus pada monetisasi data dan layanan bernilai tambah.

Analisis Kinerja Keuangan: Pendapatan Inti dan EBITDA

Pada periode tiga bulan pertama tahun 2026, Indosat Ooredoo Hutchison melaporkan pendapatan inti sebesar Rp1,5 triliun.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) yang sangat kuat sebesar 26,2%, meskipun secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) mengalami koreksi sebesar 27,8%. Penurunan kuartalan tersebut dinilai wajar oleh para analis karena faktor musiman dan normalisasi pasca-puncak belanja di akhir tahun sebelumnya.

Total pendapatan perusahaan mencapai Rp15,2 triliun pada 1Q26, atau meningkat 12,1% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh performa segmen seluler yang tetap tangguh dan kontribusi dari segmen MIDI (Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet) yang terus berekspansi.

Baca Juga: IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA tercatat mencapai Rp7,2 triliun, tumbuh 12,9% secara tahunan dengan adanya sedikit ekspansi margin yang menggembirakan bagi pemegang saham.

Salah satu sorotan utama dalam laporan keuangan ISAT kali ini adalah kontribusi dari unit bisnis AI Neocloud. Layanan GPUaaS ini berhasil menyumbangkan pendapatan sebesar US$16 juta pada kuartal pertama saja.

Pencapaian ini menempatkan perusahaan pada jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan (*Full Year* 2026) yang dipatok pada kisaran US$65 juta hingga US$70 juta.

Permintaan akan infrastruktur AI yang terus menguat secara global, diiringi dengan kenaikan harga unit GPU, memberikan keuntungan strategis bagi ISAT yang telah lebih awal mengamankan kapasitas infrastruktur.

Metrik Operasional: ARPU dan Trafik Data

Indosat juga mencatatkan kenaikan pada rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU). ARPU ISAT kini berada di angka Rp45.200, melonjak 15,3% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Load More