- Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada 29 April 2026 akibat tekanan harga minyak serta kebijakan bank sentral.
- Lonjakan harga minyak mentah terjadi setelah Presiden Trump memerintahkan blokade berkepanjangan terhadap Iran di Selat Hormuz.
- The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,5 hingga 3,75 persen di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan laju inflasi.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu. 29 April 2026 (Kamis Pagi). Wall Street masih tertekan onjakan harga minyak serta sikap hati-hati bank sentral AS.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), indeks saham Wall Street rata-rata merosot. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 280,12 poin atau 0,57 persen ke level 48.861,81. Pelemahan ini menjadi penurunan kelima berturut-turut bagi indeks berisi 30 saham unggulan tersebut.
Sementara itu, S&P 500 terkoreksi tipis 0,04 persen ke posisi 7.135,95. Berbeda arah, Nasdaq Composite justru menguat tipis 0,04 persen ke level 24.673,24.
Sentimen utama pasar datang dari lonjakan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik. Laporan menyebutkan Presiden Donald Trump memerintahkan persiapan blokade berkepanjangan terhadap Iran, termasuk mempertahankan tekanan di Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan terkait program nuklir negara tersebut.
Kondisi ini mendorong harga minyak melonjak tajam. Minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate dan minyak Brent crude masing-masing ditutup naik sekitar 6-7 persen, dengan Brent mencapai 107,16 dolar AS per barel dan WTI di kisaran 118,80 dolar AS per barel.
Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi dalam jangka pendek.
Dalam rapat terbaru, Federal Reserve melalui Federal Open Market Committee memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen dengan hasil voting 8-4. Ini menjadi pertama kalinya sejak 1992 terdapat empat anggota yang berbeda pendapat dalam keputusan suku bunga.
Pasar juga mencermati dinamika kepemimpinan bank sentral. Powell disebut kemungkinan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua pada Mei mendatang, dengan Kevin Warsh yang dinominasikan Trump berpotensi menjadi penggantinya.
Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar.
Baca Juga: Wall Street Meloyo Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
Pelaku pasar menaruh ekspektasi tinggi terhadap kinerja perusahaan-perusahaan tersebut, terutama terkait efektivitas investasi besar mereka di sektor kecerdasan buatan (AI).
"Kinerja laba kemungkinan besar akan melampaui ekspektasi, namun fokus utama pasar adalah panduan ke depan, baik dari sisi pertumbuhan maupun belanja investasi," ujar Chris Brigati, kepala investasi di SWBC.
Di tengah tekanan sektor teknologi sebelumnya, sejumlah saham justru mencatat lonjakan signifikan. Saham Seagate Technology dan NXP Semiconductors masing-masing melesat lebih dari 11 persen dan 25 persen setelah melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi serta memberikan proyeksi positif.
Secara keseluruhan, pasar masih dibayangi ketidakpastian dari kombinasi faktor geopolitik, arah kebijakan moneter, serta ekspektasi tinggi terhadap sektor teknologi yang menjadi penopang utama reli Wall Street dalam beberapa waktu terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik
-
Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya
-
Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham
-
460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan
-
Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?
-
BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional