- UMKM penyumbang 61% PDB, namun ekspor masih rendah (15,7%) dibanding negara ASEAN lainnya.
- Literasi keuangan dan pembukuan digital jadi kunci utama UMKM agar bankable dan naik kelas.
- Ratusan UMKM Tangerang ikuti pelatihan digital marketing dan sistem POS untuk perkuat daya saing.
Suara.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali membuktikan diri sebagai "juru selamat" sekaligus bantalan utama ekonomi nasional. Betapa tidak, sektor ini menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97% tenaga kerja.
Namun, di balik angka mentereng tersebut, UMKM Indonesia masih punya "PR" besar. Di tengah tekanan daya beli dan gempuran pasar digital yang agresif, mayoritas pelaku usaha kecil ternyata masih jago kandang. Kontribusi ekspor UMKM Indonesia tercatat baru menyentuh angka 15,7%, tertinggal jauh dari negara-negara tetangga di ASEAN.
Pemerintah menyoroti bahwa ketergantungan pada pasar domestik membuat UMKM rentan terhadap fluktuasi konsumsi masyarakat. Masalahnya bukan cuma soal modal, tapi rendahnya literasi finansial, pembukuan yang berantakan, hingga gagap teknologi.
Menjawab tantangan tersebut, ratusan pelaku usaha memadati Mall Alam Sutera, Tangerang, dalam gelaran UMKM Digital Finance Tour - Tangerang Edition pada Selasa (29/4/2026). Acara ini bertujuan mendorong UMKM agar tidak sekadar "eksis" di internet, tapi benar-benar bertransformasi secara digital.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, menegaskan bahwa pembukuan adalah kunci jika UMKM ingin dilirik perbankan (bankable).
"Melalui UMKM Digital Finance Tour, kami berharap pengusaha UMKM dapat meningkatkan literasi keuangan digital, mulai menerapkan pembukuan digital, serta memanfaatkan pembiayaan secara bijak," ujar Temmy di lokasi.
Senada dengan itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Boni Pudjianto, menyebut kemajuan UMKM di daerah seperti Tangerang adalah mesin pertumbuhan nasional.
"Ketika usaha lokal mampu bertransformasi dan naik kelas, maka akan menjadi daya dorong melesatnya ekonomi secara nasional," kata Boni.
Tak hanya soal teori, para pelaku UMKM dibekali alat tempur nyata. Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menjelaskan pihaknya melalui platform 'UMKM Pintar' berkomitmen menjaga kesehatan finansial pelaku usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga: 460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan
“Kami ingin menyediakan sarana pembelajaran praktis agar pelaku UMKM memiliki ketahanan finansial dan lebih siap tumbuh di era digital,” jelas Sasmaya.
Dalam kegiatan ini, peserta digembleng strategi pemasaran digital berbasis prinsip AIDA, optimalisasi media sosial, hingga penggunaan sistem Point of Sale (POS) dari mitra teknologi seperti ShopeePay, Majoo, dan Olsera.
Kini, digitalisasi bukan lagi sekadar tren atau gaya-gayaan, melainkan strategi bertahan hidup. Dengan pengelolaan keuangan berbasis data dan efisiensi teknologi, UMKM diharapkan tak lagi hanya menjadi bantalan, tapi menjadi motor utama yang membawa ekonomi Indonesia terbang lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga