- CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengumumkan pembangunan kilang BBM di Cilacap dan Dumai untuk menekan ketergantungan impor energi nasional.
- Pemerintah mengembangkan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether di Tanjung Enim sebagai langkah strategis substitusi impor gas LPG.
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pencapaian swasembada energi nasional melalui perluasan infrastruktur ketahanan energi ke wilayah timur Indonesia hingga 2029.
Suara.com - CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, mengungkapkan hilirisasi energi mulai dibangun mulai dari Bahan Bakar Minyak hingga LPG. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG.
Salah satunya, proyek hilirisasi yang akan dijalankan yaitu pembangunan kilang Gasoline atau bensin di Cilacap dan Dumai.
"Jadi dari pembangunan Celacap dan Dumai ini, ini akan mengurangi impor kurang lebih 1,25 miliar dolar AS per tahunnya Bapak Presiden," ujarnya dalam peresmian 13 proyek hilirisasi yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (29/6/2026).
Selain BBM, Rosan juga akan mengubah batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG dengan memulai proyek hilirisasi DME di Tanjung Enim.
“Pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME di Tanjung Enim, sebagai substitut impor LPG yang dimana memang kita 80 persen masih mengimpor LPG," ucapnya.
Rosan menyebut, pihaknya juga mulai menyebar proyek hilirisasi di wilayah Timur Indonesia. Sehingga, proyek hilirisasi tidak terpusat pada indonesia bagian barat saja.
"Pembangunan ketahanan energi bahan bakar BBM di Maumere, Palaran, dan juga di Biak untuk ketahanan energi di bagian timur," bebernya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi pada 2029. Bahkan kepala negara berharap target bisa direalisasikan lebih cepat.
"Swasembada energi target kita akhir 2029 paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat ya," kata Prabowo usai meninjau fasilitas SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
Prabowo berkeyakinan Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia berupa sumber daya luar biasa bagi Indonesia.
Kekinian, menurut Prabowo perlu pengelolaan sumber daya secara baik dan benar.
"Tinggal kita pandai mengelola atau tidak. Kita berani atau tidak. Biasa kalau namanya negara yang kaya pasti jadi incaran banyak pihak," kata Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion