News / Internasional
Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB
Ilustrasi penipuan bank swasta. [Ist]
Baca 10 detik
  • Albert Paul Weber dan Cyntrelle Lash didakwa melakukan penipuan identitas senilai 3,5 juta dolar AS di Amerika Serikat.
  • Sejak 2016, kedua tersangka menyamar sebagai atlet NBA dan NFL untuk memperoleh pinjaman uang melalui rekening bank.
  • Keduanya ditangkap atas dakwaan konspirasi penipuan, pencucian uang, serta ancaman terhadap korban setelah melancarkan aksi selama bertahun-tahun.

Suara.com - Seorang pria dan wanita di Amerika Serikat didakwa dalam kasus penipuan senilai 3,5 juta dolar AS atau sekitar Rp56 miliar setelah diduga menyamar sebagai atlet profesional NBA dan NFL.

Kedua pelaku disebut menggunakan identitas palsu untuk mengajukan pinjaman atas nama para pemain olahraga ternama.

Dilansir dari USA Today, Jaksa federal menyatakan tersangka bernama Albert Paul Weber, 42 tahun, dan Cyntrelle Lash, 39 tahun.

Keduanya dituduh menjalankan skema penipuan sejak 2016 dengan mencuri identitas atlet, anggota keluarga mereka, serta pihak lain untuk meyakinkan pemberi pinjaman.

Menurut dokumen pengadilan, pasangan tersebut mendapat uang sekitar 3,5 juta dolar melalui berbagai rekening bank.

Ilustrasi logo NBA di NBA store di New York City. Jeenah Moon / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Dana hasil penipuan diduga diperoleh dengan meyakinkan korban bahwa mereka sedang bertransaksi langsung dengan atlet yang akan direkrut tim NBA maupun NFL.

Keduanya kini menghadapi dakwaan konspirasi penipuan elektronik dan pencucian uang.

Weber juga dijerat enam dakwaan tambahan pencurian identitas berat serta satu dakwaan ancaman lintas negara, sementara Lash menghadapi satu dakwaan tambahan pencurian identitas.

Setiap dakwaan pencurian identitas berat membawa ancaman hukuman minimal dua tahun penjara.

Baca Juga: Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Sementara dakwaan ancaman lintas negara terhadap Weber dapat menambah hukuman hingga lima tahun penjara.

Jaksa mengungkap pasangan itu sempat ditangkap pada Mei 2025 setelah menggunakan identitas palsu untuk menandatangani dokumen pinjaman atas nama seorang atlet.

Namun setelah dibebaskan dengan jaminan, Weber diduga kembali melancarkan skema baru dengan menawarkan perjalanan luar negeri palsu kepada pemain basket.

Ketika korban menuntut pengembalian uang, Weber disebut mengancam mereka agar tetap diam dan bahkan meminta tambahan dana.

Pengacaranya menyatakan Weber telah mengajukan pembelaan tidak bersalah atas seluruh dakwaan.

Load More