- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mendorong pelaku IKM meningkatkan daya saing global melalui inovasi serta diversifikasi produk kerajinan nasional.
- Ekspor industri kerajinan Indonesia tahun 2025 tercatat mencapai 806,63 juta dolar AS atau meningkat 15,46 persen dari tahun sebelumnya.
- Pertumbuhan ekspor berlanjut pada Januari 2026 sebesar 19,49 persen seiring tingginya permintaan pasar terhadap produk unik yang fungsional.
Suara.com - Sektor industri kerajinan nasional masih menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan devisa maupun penyerapan tenaga kerja.
Di tengah perubahan tren pasar global, pemerintah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) memperkuat daya saing melalui diversifikasi produk dan adaptasi teknologi.
“Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Karena itu, dia menambahkan, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar.
Menurut Agus, perubahan pasar yang dinamis menuntut pelaku industri lebih adaptif dalam membaca kebutuhan konsumen. Diversifikasi dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar tanpa harus membangun lini produksi baru secara menyeluruh.
“Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal,” ujarnya.
Data Kementerian Perindustrian mencatat ekspor industri barang kerajinan nasional sepanjang 2025 mencapai 806,63 juta dolar AS, naik 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 698,62 juta dolar AS.
Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada Januari 2026 dengan nilai ekspor 52,38 juta dolar AS atau meningkat 19,49 persen secara tahunan.
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Reni Yanita, menilai kebutuhan pasar saat ini bergerak ke arah produk yang lebih spesifik, unik, namun tetap fungsional serta memiliki nilai tambah.
Baca Juga: Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa sektor kerajinan masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama jika pelaku usaha mampu menjaga inovasi produk dan memperluas akses pasar.
“Potensi industri kerajinan masih dapat terus dioptimalkan. Kita perlu mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global,” kata Reni.
Berita Terkait
-
Sopwer Teknologi Indonesia Dorong Digitalisasi IKM dengan Solusi ERP dan Inovasi Teknologi Terbaru
-
Pemerintah Mau Produk IKM RI Berkualitas Tinggi
-
'Jebak' PSK hingga Kasih Lisensi Rumah Makan Padang, Ini Deretan Kontroversi Andre Rosiade
-
Daftar Petinggi Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), Viral Usai Video Razia RM Padang
-
BBSPJIKB Fasilitasi Sertifikasi TKDN untuk IKM Kerajinan, Begini Caranya Mendaftar
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei
-
IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000
-
Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram
-
Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung
-
SIG Tuntaskan Proyek Rp 1,4 Triliun di Tuban
-
Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?
-
KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026
-
IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street
-
Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS