Bisnis / Makro
Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist
Baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan Indonesia pada April 2026 mencapai 0,13 persen, angka yang lebih rendah dari Maret.
  • Sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,12 persen, terutama dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara domestik.
  • Beberapa komoditas seperti minyak goreng dan tomat berkontribusi pada inflasi, sementara harga daging ayam serta emas mengalami deflasi.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 2026 mencapai 0,13 persen secara bulan ke bulan (mtm) atau 1,06 persen secara tahun kalender (year to date atau ytd). Angka inflasi April 2026 lebih rendah dibandingkan Maret 2026 sebesar 0,41 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kalau kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar ada di sektor transportasi dengan inflasi sebesar 0,99 persen.

"Kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2026).

Ia merinci, komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen. Selain tiket pesawat, harga bensin juga mendorong inflasi dengan andil sebesar 0,02 persen.

Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah minyak goreng dengan andil inflasi 0,05 persen, lalu tomat dengan 0,03 persen. Kemudian beras serta nasi dengan lauk memiliki andil inflasi masing-masing 0,02 persen.

Namun Ateng juga melaporkan masih terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026. Mereka adalah daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, hingga cabe rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,04 persen.

Load More