- IHSG hari ini berpotensi terkoreksi akibat sentimen negatif pasar global dan aksi jual bersih investor asing senilai Rp791 miliar.
- Bursa Amerika Serikat melemah pada Senin (4/5) karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran stabilitas kawasan global.
- BPS melaporkan inflasi Indonesia April 2026 sebesar 0,13 persen dan mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi sentimen negatif dari pasar global pada perdagangan hari ini. Meski pada penutupan kemarin indeks berhasil menguat tipis 0,22%, pergerakan tersebut masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp791 miliar.
Beberapa saham penggerak pasar seperti BMRI, BBCA, hingga ASII menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.
Secara teknikal, IHSG hari ini dinilai masih rentan mengalami koreksi. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati level dukungan dan hambatan indeks sebagai berikut:
Support IHSG: 6.850 - 6.900
Resisten IHSG: 7.000 - 7.090
Wall Street Memerah Akibat Konflik Timur Tengah
Tekanan pada bursa domestik sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa Amerika Serikat. Wall Street ditutup terkoreksi pada Senin (4/5) malam dipicu oleh memanasnya kembali situasi di Timur Tengah.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13%, diikuti S&P 500 yang melemah 0,41%, dan Nasdaq Composite yang berkurang 0,19%.
Eskalasi terbaru melibatkan laporan Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil mencegat serangan rudal dari Iran. Sementara itu, pihak militer Iran mengklaim telah menghalau kapal perang "Amerika-Zionis" di wilayah strategis dekat Pulau Jask.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS
Meskipun Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah adanya kapal yang terkena serangan, kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan kenaikan harga minyak dunia tetap menekan selera risiko di pasar global.
Berbanding terbalik dengan AS, mayoritas bursa Asia justru mencatatkan performa gemilang. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak tajam 5,12% mencetak rekor baru, disusul Taiex Taiwan yang melesat 4,57%, dan Hang Seng yang menguat 1,24%.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi penting. Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13% (MoM), sehingga inflasi tahun kalender (YTD) mencapai 1,06%.
Kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 0,99%. Di sisi lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, naik tajam dari posisi surplus bulan sebelumnya.
Ide Trading Saham Hari Ini (Selasa, 5 Mei 2026)
Mengingat fluktuasi harga komoditas energi akibat ketegangan geopolitik, BNI Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati hari ini:
Berita Terkait
-
Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!
-
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
-
BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN