- Indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Senin akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.
- Konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia serta memicu kekhawatiran bagi pelaku pasar.
- Saham sektor logistik mengalami penurunan signifikan yang menambah tekanan negatif pada performa bursa saham Amerika Serikat.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street meloyo pada perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Indonesia). Pelemahan ini disebabkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran pasar global.
Mengutip CNBC semua indeks utama Walls Street merah, seperti Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat bergerak di zona merah, sementara S&P 500 turun 557,37 poin atau 1,13 persen ke level 48.941,90. Di sisi lain, Nasdaq Composite terkoreksi 0,19 persen dan ditutup di 25.067,80.
Sentimen negatif datang dari perkembangan terbaru di Timur Tengah. Uni Emirat Arab mengonfirmasi telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini menjadi pertama kalinya sistem peringatan rudal UEA diaktifkan sejak gencatan senjata dengan AS dimulai bulan lalu.
Kondisi tersebut langsung memicu lonjakan harga energi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 4,39 persen ke level USD 106,42 per barel, sedangkan minyak mentah Brent naik 5,8 persen ke USD 114,44 per barel.
Kenaikan harga minyak juga dipicu laporan yang saling bertentangan terkait dugaan serangan Iran terhadap kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran menyebut adanya serangan rudal terhadap kapal perang, namun hal ini belum terkonfirmasi secara independen.
Sementara itu, Komando Pusat AS menegaskan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif Proyek Kebebasan melalui platform Truth Social. Program ini bertujuan membantu evakuasi kapal-kapal kargo dari negara non-konflik yang terjebak akibat ketegangan di Selat Hormuz.
"Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk memberi tahu mereka bahwa kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat," tulis Trump.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street
Namun demikian, pasar tetap dibayangi ketidakpastian. Pendiri dan CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai konflik tidak akan segera berakhir.
“Kami tidak memperkirakan perang akan terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.
Meski tekanan meningkat, sebagian analis masih melihat potensi kenaikan indeks ke depan. Hatfield bahkan memperkirakan S&P 500 berpeluang mencapai level 8.000 pada akhir tahun.
Di sisi sektoral, saham logistik menjadi yang paling terpukul. Amazon melalui GXO Logistics mengumumkan ekspansi jaringan logistiknya sendiri. Dampaknya, saham GXO anjlok hampir 18 persen, sementara UPS dan FedEx masing-masing turun sekitar 10 persen dan 9 persen.
Tekanan di sektor logistik ini menambah beban pasar yang sudah tertekan oleh lonjakan harga energi dan meningkatnya risiko geopolitik global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN