- Mixue didirikan Zhang Hong Chao tahun 1997, sedangkan Bingxue didirikan Jinan Baodao tahun 2014.
- Kedua merek tersebut merupakan entitas bisnis berbeda dengan identitas visual, maskot, serta strategi produk yang unik.
- Mixue menutup ratusan gerai internasional pada tahun 2025 demi efisiensi bisnis, namun perusahaan tetap mencatatkan kenaikan laba.
Suara.com - Di tengah menjamurnya gerai es krim dan minuman kekinian dengan harga terjangkau di Indonesia, dua merek yang sering disebut adalah Mixue dan Bingxue.
Keduanya identik dengan harga murah, porsi besar, dan ekspansi yang sangat masif. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah Mixue dan Bingxue berasal dari perusahaan yang sama?
Meskipun memiliki kemiripan nama dan konsep bisnis, jawabannya adalah tidak. Keduanya adalah entitas yang sepenuhnya berbeda.
Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja perbedaannya, mari simak ulasan berikut.
Asal-usul dan Kapan Didirikan
Perbedaan mendasar pertama terletak pada sejarah dan usia merek. Mixue adalah pemain lama di industri ini.
Didirikan oleh Zhang Hong Chao pada tahun 1997 di Zhengzhou, China, Mixue memulai perjalanannya dari sebuah kedai es serut kecil.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Mixue telah membangun ekosistem rantai pasokan yang sangat kuat, memungkinkannya mendominasi pasar global dengan puluhan ribu gerai.
Di sisi lain, Bingxue merupakan merek yang lebih muda. Dikelola oleh Jinan Baodao Enterprise Management Consulting Co., Ltd., gerai pertama Bingxue baru dibuka pada tahun 2014 di Shandong, China.
Meskipun tergolong pendatang baru dibandingkan Mixue, Bingxue dengan cepat mengadopsi strategi ekspansi serupa dan memfokuskan diri pada kombinasi produk "Ice Cream, Coffee, and Drinks".
Baca Juga: Bisnis Mixue Hadir di Amerika Serikat, Netizen: McDonald's Ketar-ketir?
Identitas Visual dan Maskot
Secara visual, kedua merek ini sangat mudah dibedakan jika kita memperhatikan detailnya.
Mixue sangat identik dengan warna merah cerah dan putih. Maskot mereka, Snow King, adalah boneka salju yang mengenakan mahkota merah dan memegang tongkat es krim. Snow King telah menjadi ikon budaya populer yang sangat dikenal di media sosial.
Sementara itu, Bingxue menggunakan identitas warna yang cenderung lebih dingin, yakni perpaduan oranye dan putih.
Maskot mereka bukan lagi manusia salju, melainkan seekor beruang kutub bernama Bobo Bear.
Strategi Produk dan Pasar
Meskipun keduanya menjual es krim cone dan teh buah, terdapat perbedaan fokus pada menu.
Mixue sangat menekankan pada efisiensi biaya produksi melalui pabrik internal mereka sendiri, yang membuat harga produk mereka sulit dikalahkan oleh pesaing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN