- Ruijie rilis Cybrey, bawa jaringan kelas enterprise yang simpel untuk UKM Indonesia.
- Hapus stigma rumit, Cybrey tawarkan ekosistem router hingga AP standar global bagi UKM.
- Gandeng Wahana Piranti, Cybrey siap ekspansi ke Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang.
Suara.com - Ruijie resmi meluncurkan lini produk terbaru bertajuk Cybrey di Jakarta. Kehadiran Cybrey diproyeksikan bakal mendobrak paradigma jaringan enterprise (skala besar) yang selama ini dikenal rumit dan mahal, agar lebih mudah diakses oleh sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.
Selama ini, banyak pelaku usaha terjepit di antara dua pilihan sulit: menggunakan jaringan standar tinggi namun operasionalnya sangat kompleks, atau memilih sistem sederhana tapi keamanannya rentan. Cybrey hadir sebagai solusi tengah yang menawarkan kekuatan teknologi enterprise namun dengan operasional yang simpel.
"Cybrey adalah game changer. Kami menghapus stigma bahwa enterprise networking harus rumit," tegas Bobby Wen, Indonesia Country Manager Ruijie, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Bobby menambahkan bahwa era kompleksitas jaringan sudah berakhir. Menurutnya, UKM kini bisa memiliki jaringan profesional yang powerful tanpa harus membebani tim IT dengan sistem yang membingungkan.
Lini produk Cybrey sendiri bukan sekadar firewall, melainkan ekosistem lengkap mulai dari access point, switch, hingga router. Solusi end-to-end ini dirancang agar UKM dapat mengoperasikan jaringan standar global tanpa ketergantungan pada sistem yang rumit.
Jakarta dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana sekaligus gerbang strategis transformasi digital nasional. Tak berhenti di Jakarta, Ruijie berencana memboyong Cybrey ke kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Medan, hingga Semarang.
Dalam memasarkan produk ini, Ruijie menggandeng Wahana Piranti Teknologi sebagai Value Added Distributor. Kolaborasi ini memastikan distribusi produk diiringi dengan dukungan teknis yang relevan dan bernilai tambah bagi para pelaku UKM di tanah air.
"Dengan Cybrey, teknologi kelas enterprise kini hadir lebih mudah, efisien, dan siap dipakai oleh UKM tanpa kompromi," tutup Bobby.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.391, Sinyal Bahaya atau Puncak Krisis bagi UMKM?
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran