- Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti fenomena kredit macet pelaku usaha lokal akibat persaingan ketat dengan produk impor.
- Pemerintah mencatat penyaluran kredit UMKM mencapai Rp1.600 triliun pada tahun 2025 namun terkendala serapan pasar produk lokal.
- Kementerian UMKM kini fokus mengalihkan strategi dari sekadar penyaluran modal menjadi perlindungan dan pembukaan akses pasar produk domestik.
Suara.com - Potret buram masih menyelimuti wajah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air. Meski akses permodalan kian terbuka lebar, para pejuang ekonomi rakyat ini justru dihantui persoalan barang menumpuk di gudang karena pasar sudah dikuasai oleh produk impor.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan adanya fenomena mengkhawatirkan di mana pengusaha lokal mampu berproduksi berkat pinjaman modal, namun berujung pada kredit macet karena gagal menjual produknya.
“Banyak juga kejadian, saudara-saudara kita sudah bisa produksi barang jualan makanan, minuman, ataupun gelas dan lain sebagainya, tapi pasar tidak menerima karena derasnya barang-barang impor dari luar,” ujar Maman usai rapat dengan Menko Pemberdayaan Masyarakat di Blok M, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Maman menjelaskan, derasnya arus barang impor membuat produk lokal kalah bersaing, baik dari sisi harga maupun penetrasi pasar.
Kondisi ini menciptakan "lingkaran setan": UMKM meminjam modal untuk produksi, barang tidak laku terjual, mereka tidak punya uang untuk mencicil pinjaman, dan akhirnya kehilangan akses modal untuk masa depan.
Kementerian UMKM pun kini sadar bahwa menyuntikkan uang saja tidak cukup. Maman menegaskan bahwa strategi pemerintah harus bergeser, tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga wajib melindungi dan "memaksa" pembukaan akses pasar bagi produk lokal.
“Supaya pada saat kita bantu UMKM bisa mendapatkan pembiayaan, mereka juga bisa jual di pasar,” tegasnya.
Data Kredit UMKM: Rp1.600 Triliun
Ironisnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perbankan sebenarnya sangat royal dalam mengucurkan dana ke sektor ini.
Baca Juga: Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa
Maman menyebut alokasi kredit untuk UMKM terus merangkak naik dalam satu dekade terakhir hingga menembus angka fantastis Rp1.600 triliun pada tahun 2025.
Dari total tersebut, Rp300 triliun merupakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah, sementara sisanya, Rp1.300 triliun, adalah kredit non-KUR dengan bunga komersial.
“Kalau kita lihat tren 10 tahun terakhir, alokasi kredit perbankan kepada sektor UMKM itu naik terus,” beber Maman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno