- Blueray Cargo diduga suap Dirjen Bea Cukai Rp61,3 M demi loloskan barang impor.
- Suap mengalir sejak Juli 2025 dalam bentuk dolar Singapura dan fasilitas mewah.
- Menkeu Purbaya pantau kasus dan belum copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama.
Suara.com - Sosok perusahaan logistik Blueray Cargo kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Bukan karena prestasinya dalam digitalisasi logistik, melainkan karena keterlibatannya dalam skandal suap raksasa yang menyeret Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama.
Perusahaan yang telah malang melintang selama 25 tahun di dunia importasi ini diduga menjadi aktor utama di balik "pelicin" jalur merah kontainer yang merugikan integritas kepabeanan Indonesia.
Berdiri sejak tahun 2001, Blueray Cargo dikenal sebagai spesialis jasa impor door-to-door dengan rute utama China, Thailand, dan Singapura menuju Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, perusahaan yang berbasis di Jakarta ini sebenarnya sempat dipuji karena langkah digitalisasinya pada 2021 untuk membantu UMKM.
Namun, di balik kemudahan aplikasi mobile yang mereka tawarkan, tersimpan praktik gelap. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa demi meloloskan kontainer yang tertahan di jalur merah dan mengatasi kendala dwelling time, perusahaan ini memilih jalan pintas: menyuap petinggi negara.
Kasus ini bermula dari pertemuan strategis di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025. Di sanalah, bos Blueray Cargo, John Field, diduga bertemu dengan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama beserta jajaran elit lainnya untuk menyusun strategi "main mata".
Tak tanggung-tanggung, "uang ketok" yang digelontorkan mencapai Rp61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura. Tidak berhenti di uang tunai, para pejabat ini juga diduga dimanjakan dengan berbagai fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.
Merespons badai yang menimpa pucuk pimpinannya, Kasubdit Hubungan Masyarakat Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum. "Kami menjunjung asas praduga tak bersalah dan tidak akan berkomentar mengenai substansi perkara yang sudah di persidangan," ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak berhati-hati. Meski namanya terseret dalam dakwaan, Menkeu menegaskan belum akan mencopot Djaka Budi Utama.
"Prosesnya baru mulai. Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya. Yang bersangkutan menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku," tegas Purbaya di Kantor Kemenkeu, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
Skandal ini kini menjadi ujian berat bagi Kementerian Keuangan. Publik menanti, apakah hukum akan mampu membongkar tuntas gurita suap di gerbang ekonomi negara ini, ataukah Blueray Cargo hanya satu dari sekian banyak pemain yang selama ini "mengamankan" barang impor dengan cara haram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks
-
Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK