- Rupiah menguat ke Rp 17.333/US$ seiring membaiknya sentimen pasar global.
- Harapan damai AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz jadi pendorong utama rupiah.
- Mata uang Asia kompak menguat, dipimpin Peso Filipina yang melonjak 1,53%.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup perkasa pada perdagangan sore ini. Mata uang Garuda berhasil memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar AS seiring munculnya sentimen positif dari Timur Tengah.
Mengutip data Bloomberg, Kamis (7/5/2026), rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp 17.333 per dolar AS. Rupiah tercatat naik 54 poin atau menguat 0,33 persen dibandingkan penutupan Selasa yang berada di level Rp 17.387.
Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Rupiah berada di level Rp 17.362 per dolar AS, menguat tipis dari posisi sebelumnya.
Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan tren hijau yang melanda mayoritas mata uang di Asia. Peso Filipina menjadi jawara dengan penguatan 1,53 persen, disusul ringgit Malaysia naik 0,43 persen, rupee India 0,26 persen, dolar Taiwan 0,24 persen, dan baht Thailand 0,22 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,20 persen, yuan China 0,16 persen, yen Jepang 0,07 persen, dolar Hong Kong 0,05 persen, dan won Korea yang merayap tipis 0,003 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau melandai ke posisi 97,87, turun dibandingkan posisi sehari sebelumnya di 98,02.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah kali ini dipicu oleh faktor geopolitik global, khususnya terkait harapan kesepakatan damai di Timur Tengah.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan bahwa dalam beberapa jam ke depan, Iran akan menyetujui kesepakatan damai dengan AS dan Selat Hormuz akan kembali dibuka," ujar Lukman kepada media.
Menurutnya, jika kesepakatan ini benar-benar terealisasi, maka tensi ketegangan global akan mereda dan memberikan ruang bagi rupiah untuk terus melaju ke zona hijau.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya
"Apabila hal ini terjadi, rupiah berpotensi kembali terus menguat ke depannya," pungkas Lukman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026