Bisnis / Energi
Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB
PT Pertamina Gas (Pertagas), menjadi operator Pipa Gas Cisem II
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menetapkan PT Pertamina Gas sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Cisem II pada April 2026.
  • Infrastruktur sepanjang 242 km ini menghubungkan jaringan pipa gas di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
  • Proyek strategis nasional ini bertujuan memperkuat ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi nasional Indonesia.

Suara.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) resmi ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II). Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui LEMIGAS pada April 2026.

Pipa Cisem II merupakan kelanjutan dari proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang, Adapun  tahap pertama atau Cisem I untuk ruas Semarang-Batang telah beroperasi sejak tahun 2023.

Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menjelaskan bahwa infrastruktur Pipa Cisem II sepanjang 242 km ini akan mengintegrasikan pipa gas bumi di Pulau Jawa. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut  menghubungkan infrastruktur eksisting di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Indra menyebutkan, ketersediaan infrastruktur yang terintegrasi menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi nasional melalui penyaluran gas ke sektor industri serta memberikan nilai tambah bagi sektor hulu migas.

PT Pertamina Gas (Pertagas), menjadi operator Pipa Gas Cisem II

"Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem ini akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya atas energi yang bersih, lalu juga memberikan nilai tambah sektor hulu migas, dan yang terpenting adalah mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia," ujar Indra dalam keterangannya pada Kamis (7/5/2026).

Direktur Teknik & Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, memaparkan bahwa jaringan Pipa Cisem II saat ini telah terhubung dengan Ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) serta Stasiun Kandang Haur Timur (KHT) di Jawa Barat. 

Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi untuk sektor strategis seperti kilang, pabrik pupuk, dan pembangkit listrik.

"Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan keandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” ujar Agung.

Selain itu, pipa tersebut  diproyeksikan mendukung program pemerintah dalam pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa. Melalui pengoperasian ini, 

Baca Juga: Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Pertagas berkomitmen mendukung program integrasi infrastruktur transmisi gas nasional guna meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Load More