Bisnis / Properti
Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Jalan Benyamin Sueb arah ke Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PPK Kemayoran kembangkan 450 ha lahan jadi pusat bisnis & hunian terpadu.
  • Harga lahan kompetitif dengan potensi kenaikan nilai aset jangka panjang.
  • Integrasi fasilitas MICE, hunian, dan ruang hijau di jantung Jakarta Pusat.

Suara.com - Kebutuhan akan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi bisnis, hunian, dan ruang publik di Jakarta terus melonjak tajam. Di tengah sesaknya lahan pusat kota, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) kini tancap gas mentransformasi kawasan Kemayoran menjadi primadona baru ekonomi ibu kota.

Dengan luas lahan mencapai 450 hektare, Kemayoran dinilai menjadi "harta karun" yang tersisa di Jakarta Pusat. Saat kawasan premium lain sudah mengalami saturasi atau kejenuhan lahan, Kemayoran justru menawarkan ruang pengembangan yang masih sangat luas dengan konsep mixed-use yang modern.

Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, menegaskan bahwa posisi strategis menjadi senjata utama kawasan ini untuk bersaing dengan area bisnis mapan lainnya.

“Kami melihat PPK Kemayoran memiliki keunggulan sebagai kawasan strategis di pusat kota dengan potensi pengembangan yang masih sangat besar,” ujar Teddy di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Saat ini, wajah Kemayoran telah berubah menjadi pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) skala internasional melalui Jakarta International Expo (JIEXPO). Keberadaan fasilitas ini, ditambah dengan lapangan golf, hotel berbintang, dan apartemen, menjadi motor penggerak ekonomi yang masif di kawasan tersebut.

Tak hanya soal bisnis, Kemayoran juga didesain sebagai livable district atau kawasan layak huni. Kehadiran Wisma Atlet dan berbagai hunian vertikal yang terintegrasi dengan pusat komersial membuat mobilitas penghuninya menjadi lebih efisien.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara, PPK Kemayoran tidak hanya fokus pada beton. Penataan lanskap, penghijauan, dan pemeliharaan ruang terbuka tetap menjadi prioritas untuk menjaga kualitas lingkungan di tengah kepadatan Jakarta Pusat.

Sistem keamanan dan kebersihan juga diperketat melalui pengawasan terintegrasi di titik-titik strategis. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kepercayaan investor dan kenyamanan penghuni.

Dari kacamata investasi, Kemayoran menawarkan proposisi nilai yang menarik. Harga lahan di kawasan ini disebut masih relatif kompetitif dibandingkan kawasan Sudirman atau Kuningan, namun memiliki potensi pertumbuhan nilai aset (capital gain) yang tinggi di masa depan.

Baca Juga: Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Teddy optimistis, dengan penguatan konektivitas dan fasilitas yang makin lengkap, Kemayoran akan segera sejajar dengan kawasan elit lainnya di Jakarta.

“Dengan konsep terintegrasi dan dukungan fasilitas yang telah berkembang, kami optimistis Kemayoran dapat menjadi kawasan premium baru,” pungkasnya.

Load More