- Pemerintah akan memberikan stimulus tambahan pada triwulan kedua 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil.
- Presiden Prabowo membentuk Satgas P3M-PPE untuk mempercepat proyek strategis serta mengatasi hambatan perizinan investasi di berbagai sektor.
- Pemerintah telah menyalurkan anggaran belanja untuk program prioritas, termasuk pemberian THR, bantuan sosial, dan program makan bergizi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Pemerintah tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk triwulan kedua 2026.
Menkeu Purbaya menjelaskan di tengah ketidakpastian global, ekonomi dalam negeri selama triwulan pertama dalam kondisi cukup baik dengan pertumbuhan 5,61 persen. Untuk menjaga momentum itu, dia akan memberikan insentif tambahan.
"Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul, dan kita lihat semua variabel makro yang ada, dan kelihatannya Pemerintah juga akan masih memberikan stimulus tambahan ke perekonomian di triwulan kedua tahun 2026," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip Jumat (8/5/2026).
Sejauh ini Presiden RI Prabowo Subianto telah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) dalam rangka mempercepat program strategis, memperkuat investasi, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
Purbaya menerangkan, Satgas juga menghadirkan layanan kanal debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan perizinan dan investasi secara cepat terhadap peranan akuntabel.
"Hingga akhir 2026 Satgas telah menggelar delapan sidang menyelesaikan berbagai isu strategis lintas sektor termasuk proyek LNG Abadi Masela, Kawasan Ekonomi Khusus, sertifikasi S&E, perizinan apotek dan GPU, serta hambatan investasi dan tata kelola usaha," lanjutnya.
Sementara untuk Belanja Pemerintah, Purbaya menerangkan anggaran sudah disalurkan untuk pencarian THR ke ASN-TNI-Polri-Pensiunan, belanja barang-barang program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta realisasi bantuan sosial (bansos) antara lain kartu sembako dan penerima bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta bansos lainnya.
Lebih lanjut Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen tahun ini, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menargetkan pertumbuhan 6,4 persen.
"Kalau kita lihat APBN kan targetnya 6,4 tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun," jelasnya.
Baca Juga: Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
Berita Terkait
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi