- Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,43 persen ke level 6.807 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.
- Penurunan dipicu pelemahan nilai tukar rupiah serta kekhawatiran pasar atas konflik antara Amerika Serikat dan pihak Iran.
- Investor juga menantikan hasil pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan China terkait stabilitas hubungan dagang global terkini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke jurang pada sesi pertama perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. IHSG pada sesi I turun 98 poin atau 1,43 persen ke level 6.807.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, loyonya IHSG karena pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup dalam. Ditambah lagi, memudarnya harapan perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pilarmas menjelaskan, bursa regional Asia bergerak cenderung melemah setelah memudarnya harapan negosiasi damai antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump disebut menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran dan menyatakan gencatan senjata kedua negara berada dalam kondisi kritis.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat berdampak terhadap pasokan energi global.
Selain itu, pasar juga menantikan pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini. Investor berharap pertemuan tersebut dapat menjaga stabilitas hubungan dagang AS-China yang masih rapuh.
"Selain perdagangan, kedua pemimpin juga diharapkan untuk membahas konflik Timur Tengah dan Taiwan," tulis Pilarmas.
Dari domestik, pelemahan IHSG juga dipengaruhi tekanan terhadap rupiah akibat penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
Pilarmas menilai meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset safe haven membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan.
"Fenomena ini memberikan tekanan besar bagi mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, karena penguatan dolar yang dominan di pasar global secara otomatis memperkecil peluang mata uang pasar negara berkembang untuk terapresiasi," tulis Pilarmas.
Baca Juga: Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
Sentimen lain yang turut membayangi pasar yakni antisipasi investor terhadap pengumuman rebalancing MSCI Indonesia yang dinilai menjadi cerminan penilaian investor global terhadap pasar modal domestik.
Adapun Pilarmas merekomendasikan saham BRPT dengan rating buy pada area support dan resistance di level 1.950 hingga 2.300.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 17,96 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,49 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,48 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 203 saham bergerak naik, sedangkan 480 saham mengalami penurunan, dan 276 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham dengan kenaikan terbesar ditempati CCSI, ELPI, KJEN, KONI, dan KRYA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden
-
Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
-
Alarm Bahaya dari MSCI: Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Taji di Mata Global
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya
-
Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun
-
Pegadaian Raih Predikat 'Best of the Best' di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026