News / Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Presiden meminta masyarakat tetap tenang menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mencapai angka Rp17.600 per dolar.
  • Keberhasilan operasionalisasi koperasi tersebut dicapai melalui sinergi kerja sama tim yang solid antara seluruh jajaran pemerintahan dan keamanan.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pesan mengenai kondisi stabilitas ekonomi nasional. Terlebih di tengah kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah kini diangka Rp 17.600.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo sempat menyinggung sosok Purbaya yang kini tengah populer.

Ia menggunakan ekspresi Purbaya sebagai barometer ketenangan bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global.

"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum tenang saja nggak usah kau khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar dibilang kan," ujar Prabowo.

Prabowo sebelumnya dalam kesempatan ini juga menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih merupakan hasil kerja keras tim yang solid (team work) di seluruh tingkatan pemerintahan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memulai operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. (tangkap layar)

Ia memberikan apresiasi kepada jajaran menteri hingga aparat keamanan yang telah bersinergi.

"Saya terima kasih kepada Menteri Menko Pangan, semua menteri ini satu tim ya. Semua menteri satu tim karena tidak bisa kalau tanpa... tidak satu tim. Kalau Mendagri tidak dukung, nggak dapet. Bupati tidak dukung, nggak bisa. Kepala desa tidak dukung, nggak bisa. Mendagri, Gubernur, semua sampai ke bawah," tegasnya.

Dukungan dari sektor keamanan juga menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh Presiden.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

"TNI tidak dukung, nggak bisa. Kapolri tidak dukung, nggak bisa. Ini adalah team work. Seluruh tim bekerja. Menteri-menteri ada yang ngurus legalitas masalah hukumnya, ada yang ngurus pupuknya, ada yang ngurus keuangannya ya," paparnya.

Load More