Bisnis / Energi
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB
SPBU Shell mulai menjual BBM jenis Solar yang dipasok dari Pertamina [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Shell Indonesia kembali menjual solar sejak 9 Mei 2026 setelah menjalin kerja sama pasokan dengan PT Pertamina.
  • Kementerian ESDM memfasilitasi penyaluran solar Pertamina ke SPBU swasta untuk menggantikan kebijakan impor yang resmi dihentikan April 2026.
  • Peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan pasca-revitalisasi memungkinkan pemenuhan kebutuhan BBM nasional sekaligus mendukung standar emisi bahan bakar EURO V.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap operator SPBU swasta Shell  Indonesia dapat kembali menjual BBM jenis solar setelah membeli dari Pertamina

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut kerja sama antara Shell dengan Pertamina terwujud setelah difasilitasi oleh pemerintah. 

"Itu adalah kerjasama dengan Pertamina, yang kemarin sudah kita gagas, kita fasilitasi," kata Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (13/5/2026). 

Sejauh ini, Shell baru menjual produk BBM jenis solar, sementara bensin belum tersedia. Kekosongan stok BBM di SPBU Shell telah terjadi sejak awal tahun 2026. Belakangan kembali menjual BBM jenis solar sejak 9 Mei 2026. 

"Dan, Alhamdulillah sekarang sudah ada kerjasama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi," kata Laode. 

SPBU Shell mulai menjual BBM jenis Solar yang dipasok dari Pertamina [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain Shell, Kementerian ESDM juga memfasilitasi sejumlah SPBU swasta seperti Vivo dan BP untuk membeli solar dari Pertamina. 

Pembelian BBM dari Pertamina sejalan dengan rencana pemerintah  yang akan menghentikan impor solar yang telah diberlakukan sejak April 2026. Oleh karenanya  SPBU swasta diwajibkan menyetok solar dari Pertamina. 

Dihentikannya impor solar seiring dengan beroperasinya Kilang Balikpapan pasca-revitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Proyek ini meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan secara signifikan, dari sebelumnya 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.

Baca Juga: Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Dengan peningkatan ini, Kilang Balikpapan mampu memasok sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.

Selain kapasitas, kualitas bahan bakar yang dihasilkan pun meningkat menjadi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan guna mendukung pengurangan emisi gas buang.

Load More