- Shell Indonesia kembali menjual solar sejak 9 Mei 2026 setelah menjalin kerja sama pasokan dengan PT Pertamina.
- Kementerian ESDM memfasilitasi penyaluran solar Pertamina ke SPBU swasta untuk menggantikan kebijakan impor yang resmi dihentikan April 2026.
- Peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan pasca-revitalisasi memungkinkan pemenuhan kebutuhan BBM nasional sekaligus mendukung standar emisi bahan bakar EURO V.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap operator SPBU swasta Shell Indonesia dapat kembali menjual BBM jenis solar setelah membeli dari Pertamina.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut kerja sama antara Shell dengan Pertamina terwujud setelah difasilitasi oleh pemerintah.
"Itu adalah kerjasama dengan Pertamina, yang kemarin sudah kita gagas, kita fasilitasi," kata Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).
Sejauh ini, Shell baru menjual produk BBM jenis solar, sementara bensin belum tersedia. Kekosongan stok BBM di SPBU Shell telah terjadi sejak awal tahun 2026. Belakangan kembali menjual BBM jenis solar sejak 9 Mei 2026.
"Dan, Alhamdulillah sekarang sudah ada kerjasama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi," kata Laode.
Selain Shell, Kementerian ESDM juga memfasilitasi sejumlah SPBU swasta seperti Vivo dan BP untuk membeli solar dari Pertamina.
Pembelian BBM dari Pertamina sejalan dengan rencana pemerintah yang akan menghentikan impor solar yang telah diberlakukan sejak April 2026. Oleh karenanya SPBU swasta diwajibkan menyetok solar dari Pertamina.
Dihentikannya impor solar seiring dengan beroperasinya Kilang Balikpapan pasca-revitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
Proyek ini meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan secara signifikan, dari sebelumnya 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.
Baca Juga: Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
Dengan peningkatan ini, Kilang Balikpapan mampu memasok sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.
Selain kapasitas, kualitas bahan bakar yang dihasilkan pun meningkat menjadi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan guna mendukung pengurangan emisi gas buang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong