- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menanggung gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih selama dua tahun.
- Pembayaran gaji tersebut menggunakan alokasi anggaran program Koperasi Desa Merah Putih yang sudah tersedia dalam APBN sebelumnya.
- Pemerintah tidak menambah defisit APBN karena memanfaatkan sisa dana dari alokasi cicilan pembangunan senilai Rp40 triliun per tahun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk pembayaran gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP atau Kopdes Merah Putih).
Menkeu Purbaya menyebut kalau gaji manajer Kopdes Merah Putih akan ditanggung Pemerintah selama dua tahun ke depan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah dialokasikan untuk program KDMP sebelumnya.
"Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (15/5/2026).
Bendahara Negara juga menjamin anggaran pembayaran gaji manajer tidak mengambil dana dari pos lain. Sebab Pemerintah sebelumnya sudah menyiapkan anggaran untuk program Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, alokasi anggaran dari program tersebut masih cukup. Maka dari itu untuk pembayaran gaji bakal memakai dana dari program KDMP.
"Itu kan sebagian dari dana Kopdesnya belum dipakai. Masukin itu dulu. Jadi enggak ada tambahan baru ke APBN, enggak ada tambahan defisit baru. Karena sudah dialokasikan ke situ. Tinggal dirapikan sedikit," lanjutnya.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran cicilan pembangunan Kopdes Merah Putih sebanyak Rp 40 triliun per tahun yang diambil dari alokasi Dana Desa.
"Cicilan Rp 40 triliun kan belum dipakai semua kan, akan turun sedikit cicilannya. Dari situ mungkin dipakai ya, dari APBN-nya dari situ,” pungkasnya.
Baca Juga: Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
Berita Terkait
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
-
Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi
-
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan