- Gen Z dan Milenial lebih pilih fleksibilitas dibanding simbol sukses lama.
- Banyak anak muda punya multi-penghasilan demi bertahan di ekonomi tak pasti.
- Literasi finansial jadi kunci karena 54% pernah kena penipuan online.
Suara.com - Generasi muda Indonesia mulai meninggalkan pola lama dalam mengelola uang. Bagi kalangan Milenial dan Gen Z, kesuksesan finansial kini tidak lagi semata diukur dari kepemilikan rumah, pekerjaan tetap, atau tabungan besar, melainkan kualitas hidup, fleksibilitas, dan kestabilan emosional.
Perubahan pola pikir ini muncul seiring tekanan ekonomi yang semakin berat. Mulai dari mahalnya biaya hidup perkotaan, stagnasi upah, ketidakpastian pekerjaan, hingga menyusutnya kelas menengah membuat generasi muda harus mencari cara baru untuk bertahan.
Laporan IDN Research Institute menunjukkan generasi muda kini lebih realistis dalam menyikapi kondisi ekonomi. Menunda membeli rumah atau memilih gaya hidup minimalis bukan lagi dianggap tren, melainkan strategi untuk menghadapi dunia yang makin tidak pasti.
Perubahan paling mencolok terlihat dari cara mereka mencari penghasilan. Jika generasi sebelumnya mengandalkan satu pekerjaan tetap, kini banyak Milenial dan Gen Z memiliki lebih dari satu sumber pendapatan sekaligus. Mulai dari pekerjaan utama, proyek freelance, bisnis digital kecil, hingga pekerjaan sampingan kreatif dijalani bersamaan.
Fenomena ini lahir dari kesadaran bahwa bergantung pada satu sumber pendapatan dianggap terlalu berisiko di tengah ekonomi yang fluktuatif.
Tak hanya itu, pengelolaan keuangan juga berubah menjadi aktivitas harian. Anak muda kini rutin memantau aplikasi budgeting, mengatur alokasi tabungan secara real time, hingga membuat keputusan pengeluaran kecil setiap hari dengan lebih hati-hati.
Meski sering disamakan, Milenial dan Gen Z ternyata memiliki pendekatan finansial yang berbeda.
Kaum Milenial cenderung fokus pada stabilitas jangka panjang. Mereka lebih disiplin membangun dana darurat dan menjaga keamanan finansial. Data menunjukkan sekitar 69% Milenial telah memiliki dana darurat untuk kebutuhan tiga bulan.
Sementara itu, Gen Z lebih mengaitkan uang dengan kesehatan mental dan identitas diri. Mereka rela mengalokasikan dana untuk konser, traveling, terapi, atau self-care karena dianggap penting untuk menjaga keseimbangan hidup.
Baca Juga: Benarkah Pintu Warna Hitam Pamali? Ini Penjelasannya dalam Islam dan Feng Shui
Namun, hanya 23% Gen Z yang memiliki dana darurat tiga bulan. Rendahnya dana cadangan ini bukan semata karena kurang bertanggung jawab, tetapi mencerminkan prioritas dan cara pandang berbeda terhadap risiko.
Di sisi lain, Gen Z juga lebih berani mencoba produk keuangan baru, mulai dari platform investasi digital hingga instrumen non-konvensional. Mereka cenderung belajar langsung lewat pengalaman dibanding terlalu berhati-hati seperti generasi sebelumnya.
Sayangnya, keberanian bereksperimen ini juga meningkatkan risiko. Sebanyak 54% Gen Z dan Milenial di Indonesia mengaku pernah mengalami penipuan finansial di media sosial. Ironisnya, hanya 37% yang merasa mampu mengenali modus penipuan, sementara hanya 28% yang rutin memverifikasi informasi keuangan sebelum mengambil keputusan.
Analis keuangan broker Elev8, Kar Yong Ang menilai pola baru ini sebenarnya merupakan bentuk adaptasi rasional terhadap dunia yang lebih digital dan penuh ketidakpastian.
Menurutnya, generasi muda Indonesia kini mengelola uang secara real time, memiliki banyak sumber penghasilan, terbuka terhadap teknologi finansial baru, dan mulai menyelaraskan uang dengan nilai hidup yang mereka yakini.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda bukan anti perencanaan finansial, melainkan sedang membangun kerangka baru tentang arti stabilitas keuangan di era modern. Di tengah derasnya arus informasi dan risiko penipuan digital, literasi keuangan menjadi investasi paling penting bagi generasi masa kini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya