- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis mencatat lonjakan harga komoditas pangan pokok di pasar tradisional pada 31 Mei 2026.
- Kenaikan ekstrem terjadi pada kelompok cabai, beras seluruh kualitas, protein hewani, bawang, minyak goreng, hingga gula pasir.
- Distribusi logistik yang terkendala di wilayah Indonesia Timur menyebabkan disparitas harga pangan nasional, terutama pada komoditas beras.
Suara.com - Berdasarkan rilis data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, grafik harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tradisional kompak mencatatkan lonjakan signifikan pada Minggu (31/5/2026).
Lonjakan harga paling agresif melanda kelompok hortikultura seperti cabai, diikuti oleh produk protein hewani, beras, minyak goreng, hingga gula pasir.
Komoditas yang mengalami lonjakan paling ekstrem adalah cabai merah besar. Rata-rata harga secara nasional kini sudah menjebol angka Rp107.100 per kilogram, setelah mengalami lonjakan drastis sebesar 90,4 persen dari periode sebelumnya.
Kondisi yang tidak jauh berbeda juga menimpa kelompok pedas lainnya. Harga cabai merah keriting terpantau melesat 82,81 persen hingga menyentuh level Rp98.350 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah ikut menguras kantong konsumen setelah merangkak naik 19,95 persen ke angka Rp87.500 per kilogram. Menariknya, tren penurunan justru hanya terjadi pada cabai rawit hijau yang terkoreksi tipis 4,26 persen menjadi Rp51.650 per kilogram.
Harga Beras Seluruh Kategori Masih Melambung
Sektor pangan pokok utama, yakni beras, juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan kompak bergerak naik di seluruh lini kualitas:
- Beras Kualitas Bawah: Untuk varian Bawah I kini dihargai Rp18.200 per kilogram (naik 24,66 persen), sedangkan varian Bawah II berada di angka Rp17.400 per kilogram (naik 20,42 persen).
- Beras Kualitas Medium: Kategori Medium I bertengger di harga Rp19.100 per kilogram (naik 18,27 persen) dan Medium II menyusul di level Rp19.000 per kilogram (naik 18,75 persen).
- Beras Kualitas Super: Komoditas premium ini juga kian mahal, di mana Super I kini menyentuh Rp21.450 per kilogram (naik 22,92 persen) dan Super II berada di posisi Rp20.500 per kilogram (naik 20,94 persen).
Selain beras, tantangan pemenuhan gizi masyarakat juga didera oleh kenaikan harga sumber protein. Harga daging ayam ras segar melonjak tajam hingga 44,69 persen menjadi Rp55.850 per kilogram. Hal ini diikuti oleh telur ayam ras segar yang meroket 37,81 persen ke level Rp42.100 per kilogram.
Sementara itu, pasokan daging sapi masih didera tekanan inflasi yang konstan. Daging sapi dengan Kualitas 1 saat ini dibanderol rata-rata Rp153.350 per kilogram setelah merangkak naik 3,44 persen, sedangkan untuk Kualitas 2 naik 6,92 persen menjadi Rp149.150 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
Bumbu Dapur, Gula, dan Minyak Goreng Kompak Naik
Bergeser ke area bumbu dapur dan kebutuhan harian, harga bawang merah ukuran sedang kini dilaporkan menembus Rp68.350 per kilogram atau terkerek naik 42,1 persen. Setali tiga uang, komoditas bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan sebesar 39,56 persen menjadi Rp54.150 per kilogram.
Sektor pemanis dan minyak goreng juga tidak luput dari draf penguatan harga. Gula pasir kualitas premium naik 39,11 persen menjadi Rp28.100 per kilogram, dan untuk varian gula pasir lokal naik 22,19 persen ke angka Rp23.400 per kilogram.
Di lini minyak goreng, produk curah kini harus ditebus seharga Rp22.850 per kilogram (naik 10,92 persen). Untuk produk hilir kemasan, minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 21,55 persen menjadi Rp29.050 per kilogram, sementara kemasan bermerek 2 naik 13,42 persen ke posisi Rp26.200 per kilogram.
Di sisi lain, catatan penting dari data statistik PIHPS menegaskan bahwa masalah ketimpangan pasokan (disparitas) antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah.
Distribusi beras di wilayah Indonesia bagian timur tercatat mengalami kendala pasokan paling berat, di mana harga beras tertinggi secara nasional ditemukan di wilayah Papua yang menembus angka Rp19.300 per kilogram akibat tingginya ongkos logistik dan rantai pasok yang panjang.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
-
Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen