- Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta menerima bantuan ambulans multifungsi berfasilitas medis lengkap dari PT BRI pada 19 Juni 2024.
- Ambulans HiAce Premio ini memiliki ruang luas dan peralatan medis memadai untuk penanganan darurat serta operasi ringan pasien.
- Fasilitas tersebut kini bersiaga penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan cepat bagi mahasiswa, dosen, serta warga di lingkungan kampus.
Sebelum memiliki ambulans sendiri, Universitas Sanata Dharma harus menghubungi rumah sakit terlebih dahulu ketika membutuhkan layanan darurat. Kini, ambulans tersebut selalu siaga di lingkungan kampus sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Sebelumnya kerja sama dengan rumah sakit. Kalau ada keperluan, maka rumah sakit akan mengirim. Sekarang ambulans kami selalu terparkir di bawah, stand by," ungkap Romo Albertus Bagus.
"Harapannya, ke depan supaya bisa terus menjadi pelayanan Sanata Dharma bagi orang yang membutuhkan. Orang yang membutuhkan, dibantu itu sangat berarti," lanjutnya.
"Kami berdoa tidak banyak yang menggunakan, karena tidak mengharapkan orang sakit atau meninggal. Tapi kalau ada kebutuhan akan kami layani dengan prima," imbuh pria yang menjadi pimpinan Romo Serikat Jesuit se-Indonesia dan Asia Pasifik itu.
Dosen dan Mahasiswa Menyambut Baik
Keberadaan ambulans multifungsi di Universitas Sanata Dharma mendapat respons positif dari dosen maupun mahasiswa. Mereka menilai fasilitas tersebut sangat membantu dalam penanganan kondisi darurat di lingkungan kampus.
Dosen Universitas Sanata Dharma, Devi Famasita, mengaku bersyukur kampus memiliki ambulans sendiri karena penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu ambulans dari rumah sakit.
“Adanya ambulans di kampus kami itu sangat membantu, sangat-sangat membantu meringankan ketika nanti ada keadaan darurat baik itu untuk mahasiswa, dosen, maupun tenaga pendidik,” ujar Devi.
Menurutnya, keberadaan ambulans kampus membuat akses menuju rumah sakit menjadi lebih cepat dan respons penanganan lebih sigap.
Baca Juga: Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026: Laba Tumbuh Dua Digit, Aset Tembus Rp2.250 Triliun
“Itu bisa langsung akses ke rumah sakit, bisa langsung cepat tanggapannya, tidak perlu nunggu lama, harus telepon dulu nanti nunggu baru bisa kirim ambulans ke kampus. Ini lebih cepat. Fasilitasnya juga oke, luar biasa membantu,” imbuh wanita yang mengajar prodi manajemen itu.
Perasaan yang sama turut dirasakan oleh mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Lea. Ia merasa keberadaan ambulans di lingkungan kampus memberi rasa aman bagi mahasiswa.
Menurutnya, ambulans kampus juga mempermudah akses mahasiswa menuju fasilitas kesehatan ketika membutuhkan penanganan medis.
“Iya pastinya senang ya. Pertama mampu memberikan penanganan darurat secara tepat. Jadi, keberadaan ambulans di lingkungan kampus itu sangat membantu mahasiswa memperoleh pertolongan medis secara cepat,” kata Lea.
“Bisa mempermudah akses ke fasilitas kesehatan, yang mana ambulans di kampus membantu transportasi mahasiswa ke rumah sakit atau pusat pelayanan. Juga mengurangi risiko penanganan yang terlambat,” lanjut mahasiswa prodi PGSD itu.
Di tengah aktivitas kampus yang padat, kehadiran ambulans multifungsi ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan nilai akademik.
Lebih dari itu, kepedulian terhadap keselamatan, kesehatan, dan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang nyaman dan penuh empati.
Berita Terkait
-
Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026: Laba Tumbuh Dua Digit, Aset Tembus Rp2.250 Triliun
-
Koleksi Eksklusif JISOO x Hello Kitty, Dapatkan Edisi Terbatas dengan Promo dari BRI!
-
Daftar BRImo di Booth SOGO dan Bawa Pulang Boneka Labubu Gratis!
-
Mau Liburan ke Korea? Pakai Kartu BRI, Dapat Voucher Belanja Hingga Rp4 Juta!
-
Borong Jus Sehat! Promo Re.juve, Beli 3 Dapat 6 Hanya Pakai BRI
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi
-
Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global
-
Manga Aksi-Time Travel Fate Rewinder Diadaptasi Anime TV, Tayang April 2027
-
Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu
-
5 HP Android dengan Kamera Terbaik yang Dijual di Indonesia, Juaranya Foto dan Video HD
-
First Look Serial Below Rilis, Josh Hartnett Didapuk Jadi Bintang Utama
-
Bagaimana Cara Memilih Jam Tangan Pintar Sesuai Kebutuhan? Ini 5 Tipsnya Sebelum Membeli
-
WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim
-
Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu