Bisnis / Keuangan
Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun. Foto Antara.
Baca 10 detik
  • Danantara catat impairment BUMN hampir Rp100 triliun.
  • Donny: Langkah ini demi transparansi dan tata kelola sehat.
  • Pembersihan laporan keuangan BUMN ditargetkan selesai Juni 2026.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap langkah besar dalam membenahi laporan keuangan perusahaan pelat merah. Dalam proses pembersihan data keuangan, Danantara mencatat penurunan nilai aset atau impairment hampir mencapai Rp100 triliun pada buku-buku Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Angka fantastis tersebut menjadi bukti keseriusan Danantara dalam menata ulang kondisi keuangan BUMN agar lebih transparan dan mencerminkan nilai aset yang sebenarnya.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Donny Oskaria mengatakan proses konsolidasi laporan keuangan BUMN masih berlangsung sehingga laporan keuangan Danantara belum dipublikasikan ke publik.

"Kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan daripada BUMN," kata Donny dalam konferensi pers persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut Donny, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aset BUMN tercatat secara realistis dan sesuai kondisi terkini. Sebab, selama proses evaluasi ditemukan sejumlah aset yang nilainya perlu disesuaikan melalui mekanisme impairment.

Bahkan, nilai penyesuaian yang dilakukan mencapai hampir Rp100 triliun.

"Kita melakukan impairment hampir Rp100 triliun terhadap buku-buku BUMN. Ini bentuk daripada transparansi dan komitmen kita semua," tegas Donny.

Impairment merupakan pencatatan penurunan nilai aset ketika nilai tercatat suatu aset lebih tinggi dibandingkan nilai yang dapat dipulihkan. Langkah ini lazim dilakukan untuk mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara lebih akurat.

Donny menjelaskan, pembersihan laporan keuangan tersebut menjadi fondasi penting sebelum Danantara menjalankan mandatnya sebagai pengelola investasi negara. Dengan laporan keuangan yang lebih bersih, investor maupun publik dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kesehatan keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah.

Baca Juga: Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Danantara menargetkan seluruh proses perbaikan dan konsolidasi laporan keuangan BUMN dapat diselesaikan pada akhir Juni 2026. Setelah proses tersebut rampung, laporan keuangan konsolidasi Danantara diharapkan mampu menjadi tolok ukur baru transparansi pengelolaan aset negara.

Langkah mencatat impairment hingga Rp100 triliun juga menunjukkan pendekatan baru yang diusung Danantara. Alih-alih menutupi potensi masalah, lembaga ini memilih membuka kondisi riil keuangan BUMN sebagai bagian dari reformasi tata kelola.

Donny menegaskan transparansi akan menjadi prinsip utama dalam operasional BPI Danantara maupun PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, kepercayaan investor hanya dapat dibangun melalui laporan keuangan yang jujur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pembersihan besar-besaran ini, Danantara berharap dapat memperkuat fondasi pengelolaan BUMN sekaligus meningkatkan kredibilitas perusahaan negara di mata investor domestik maupun global.

Load More