- Kementerian ESDM menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 Gigawatt di Indonesia rampung pada tahun 2029 mendatang.
- Pemerintah memprioritaskan pembangunan awal 17 Gigawatt dengan menyiapkan lahan seluas 24 ribu hektare yang tersebar di Pulau Jawa.
- Kementerian ESDM sedang menyusun Peraturan Presiden sebagai dasar hukum untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan infrastruktur energi terbarukan tersebut.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematangkan rencana pembangunan 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Program ambisius di sektor energi tersebut ditargetkan rampung pada 2029 mendatang.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut bahwa saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait penyediaan lahan.
"Proses eksekusi, ini ketersediaan lahan. Kami dari Kementerian ESDM itu juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (29/5/2026).
Sebagai langkah awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW dari total target program 100 GW. Dalam pembangunannya telah disediakan 24 hektare lahan di Pulau Jawa.
"Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare. Jadi 24 ribu hektare ini kita akan melakukan verifikasi ini bersama. Nanti ada ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan juga PLN," jelas Yuliot.
Bersamaan dengan itu, Kementerian ESDM juga mematangkan regulasi dari program 100 GW PLTS.
Yuliot menyebut Kementerian ESDM sedang merampungkan Peraturan Presiden sebagai payung hukumnya.
"Jadi, itu yang kita lakukan. Untuk rancangan peraturan presidennya, ini kita juga di samping izin prakarsa, paralel kita juga lagi melakukan pembahasan antar kementerian/lembaga sehingga dasar regulasinya itu bisa dilakukan percepatan untuk listrik 100 gigawatt dari PLTS ini," kata Yuliot.
Baca Juga: Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara
-
Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?
-
MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127
-
Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing