Bisnis / Keuangan
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:47 WIB
Ilustrasi Pertambangan Emas PT Merdeka Gold Resource Tbk. (EMAS). [Dokumentasi EMAS].
Baca 10 detik
  • Dana IPO EMAS terserap sesuai rencana untuk Tambang Emas Pani.
  • Produksi emas ditargetkan melonjak hingga 115 ribu ons pada 2026.
  • Prospek Kolokoa simpan potensi sumber daya hingga 40 juta ton.

Suara.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terus mempercepat pengembangan Tambang Emas Pani di Gorontalo dengan memanfaatkan dana hasil Initial Public Offering (IPO) sesuai rencana yang telah ditetapkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong lonjakan produksi emas pada paruh kedua tahun 2026.

Manajemen EMAS mengungkapkan realisasi penggunaan dana IPO berjalan disiplin dan tepat sasaran, seiring dengan masuknya Tambang Emas Pani ke fase produksi awal (initial production) dan ramp-up operasional. Penggunaan dana tersebut dinilai semakin memperkuat kesiapan tambang dalam meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.

Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, menegaskan bahwa seluruh dana IPO diarahkan untuk mendukung pengembangan aset utama perseroan tersebut.

“Realisasi dana IPO berjalan sesuai rencana untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani sebagai aset utama Perseroan. Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan secara disiplin dan terukur guna mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujar Boyke.

Kinerja operasional Tambang Emas Pani mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada kuartal I 2026, EMAS membukukan produksi emas awal sebesar 1.818 ons dengan penjualan perdana mencapai 516 ons. Capaian ini menjadi tonggak penting karena menandai transisi proyek dari tahap konstruksi menuju operasi komersial.

Untuk mendukung peningkatan produksi, perusahaan terus memperluas area heap leach pad guna meningkatkan kapasitas penumpukan bijih dan produksi emas sepanjang semester pertama 2026. Di saat yang sama, EMAS juga menggarap fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang diproyeksikan menjadi tulang punggung peningkatan kapasitas pengolahan emas dalam jangka panjang.

Pekerjaan awal fasilitas CIL telah dimulai sejak akhir 2025, meliputi pembangunan area CIL pad, fasilitas pendukung kontraktor, hingga persiapan tailing storage facility. Perseroan juga sedang menyelesaikan pembaruan Definitive Feasibility Study (DFS) dengan target pengambilan Final Investment Decision (FID) pada akhir kuartal II 2026.

Dengan kombinasi teknologi heap leach dan CIL, EMAS optimistis dapat mempercepat peningkatan produksi emas. Mayoritas volume produksi tahun 2026 diperkirakan akan terealisasi pada semester II, sejalan dengan bertambahnya kapasitas operasional tambang.

Perusahaan menargetkan produksi emas tahun ini berada di kisaran 100.000 hingga 115.000 ons, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian produksi awal pada kuartal pertama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?

Di sisi penambangan, produksi bijih telah mencapai 2,5 juta ton. Kinerja tersebut ditopang pengembangan jalan angkut dan optimalisasi armada berkapasitas besar yang bertujuan menekan biaya produksi per unit.

EMAS juga agresif memperluas potensi cadangan. Perseroan telah merampungkan program pengeboran awal di prospek Kolokoa dengan total 54 lubang bor sepanjang 11.701,6 meter. Hasil eksplorasi awal menunjukkan potensi sumber daya yang menjanjikan, dengan target eksplorasi mencapai 20 juta hingga 40 juta ton bijih berkadar emas 0,3 hingga 0,5 gram per ton.

Estimasi perdana sumber daya mineral Kolokoa ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026. Temuan ini berpotensi menjadi katalis baru bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di tengah tingginya prospek industri emas global.

Load More