Bisnis / Makro
Selasa, 02 Juni 2026 | 15:44 WIB
Ilustrasi Harga Emas [Suara.com/HD diedit dengan AI]
Baca 10 detik
  • BPS melaporkan harga emas perhiasan di Indonesia mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut hingga Mei 2026.
  • Komoditas emas perhiasan mencatatkan angka deflasi sebesar 2,67 persen pada bulan Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Meskipun terjadi penurunan bulanan, harga emas perhiasan secara tahunan masih berkontribusi terhadap inflasi nasional per Mei 2026.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga emas perhiasan mengalami deflasi selama tiga bulan beruntun. Per Mei 2026, komoditas ini mengalami penurunan dibandingkan April 2026.

"Harga emas kembali mengalami penurunan dibandingkan dengan April 2026. Dengan ini, maka penurunan harga emas sudah terjadi selama tiga bulan berturut-turut," kata Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026).

Pudji menjelaskan, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi 0,06 persen per Mei 2026. Komoditas ini telah mengalami deflasi selama tiga bulan beruntun sejak Maret hingga Mei 2026.

Kendati begitu dia menyebut kalau peningkatan harga komoditas logam mulia mencapai 58,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Namun harga logam mulia pada April 2026 turun 2,71 persen dibandingkan dengan Maret 2026.

"Jika melihat dinamika pada tiga bulan terakhir, kita bisa lihat harga emas mengalami tren penurunan walaupun level harganya masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu," katanya.

Deputi Bidang Metodologi dan informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Jika dirinci untuk pasar domestik, Pudji menyebut emas mengalami deflasi sebesar minus 1,17 persen per Maret 2026. Kemudian pada April 2026 minus 3,76 persen dan Mei 2026 minus 2,67 persen.

"Namun demikian secara tahunan harga emas perhiasan masih tetap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi secara tahunan," jelasnya.

Sementara itu mengutip platform resmi Sahabat Pegadaian pada Selasa (2/6/2026) pukul 08.00 WIB, grafik harga emas UBS serta Galeri24 terpantau mengalami penurunan nilai. Sebaliknya, harga emas cetakan Antam dilaporkan tidak bergeming dari posisi hari sebelumnya.

Secara rinci, harga emas batangan UBS terkoreksi ke level Rp2.844.000 per gram, dan jenis Galeri24 menyusut ke angka Rp2.791.000 per gram.

Baca Juga: Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram

Sementara itu, emas besutan Antam masih kokoh bertahan di posisi Rp2.911.000 per gram. Otoritas mengingatkan bahwa nominal tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar finansial global.

Load More