- OJK menyatakan koreksi IHSG disebabkan oleh kombinasi sentimen ekonomi global dan domestik serta aksi rebalancing portofolio investor asing.
- Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp53,97 triliun serta penurunan kapitalisasi pasar sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
- OJK menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat dengan aktivitas perdagangan dan likuiditas saham yang masih terjaga baik.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini merupakan respons pasar terhadap kombinasi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global.
Meski mengalami tekanan, IHSG, pasar modal Indonesia, dan investasi saham dinilai masih memiliki fundamental yang kuat.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan penurunan IHSG mencerminkan perhitungan pelaku pasar terhadap sejumlah perkembangan yang memengaruhi keputusan investasi.
Menurutnya, koreksi IHSG, sentimen pasar global, dan pasar modal Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik, tetapi juga dinamika ekonomi internasional yang menjadi perhatian investor.
"Faktor tersebut antara lain penyesuaian portofolio atau rebalancing portofolio investor yang terkait dengan perubahan komposisi indeks oleh penyedia indeks global. Selain itu, berbagai indikator dan sentimen ekonomi, baik domestik maupun global, juga turut memengaruhi dan menjadi pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi," ujar Hasan saat RDK secara virtual, Jumat (5/6/2026).
Dia mengungkapkan bahwa investor asing membukukan aksi jual atau net sell sebesar Rp 4,1 triliun secara bulanan (mtm). Sementara itu sepanjang Januari-Mei 2026 investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 53,97 triliun.
"Kapitalisasi pasar sepanjang tahun tercatat Rp 10.729 triliun atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya Rp 12.382 triliun," bebernya.
OJK mengimbau investor untuk terus mencermati perkembangan pasar secara objektif, proporsional, dan rasional. Investor juga diharapkan mengedepankan analisis yang memadai dengan memanfaatkan berbagai informasi yang valid dan terverifikasi, termasuk keterbukaan informasi serta laporan keuangan emiten yang menjadi tujuan investasi.
Menurut Hasan, langkah tersebut penting agar setiap keputusan investasi dapat dilakukan berdasarkan analisis yang tepat, terutama di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi dan menghadapi berbagai tekanan.
Baca Juga: Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran
Di sisi lain, OJK menegaskan bahwa di tengah dinamika pasar yang terjadi saat ini, kondisi fundamental pasar modal nasional masih berada dalam kondisi yang baik. Hal tersebut tercermin dari aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar saham yang tetap terjaga.
"Secara fundamental, pasar modal Indonesia dan kinerja emiten secara umum masih menunjukkan angka-angka yang baik. Hal ini antara lain terlihat dari nilai transaksi dan likuiditas pasar saham domestik yang masih tercatat tinggi," pungkas Hasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara
-
Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
4 Browcara Lokal Tahan Keringat untuk Alis Rapi Seharian di Cuaca Panas
-
Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026