Bisnis / Keuangan
Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB
Kapitalisasi pasar BEI turun drastis imbas IHSG loyo. [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG melemah 8,69 persen ke level 5.594 pada periode 2–5 Juni 2026 akibat tekanan jual investor asing.
  • Penurunan IHSG berdampak pada susutnya kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun.
  • Frekuensi dan volume transaksi harian di BEI meningkat, meskipun rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan signifikan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mulai periode 2–5 Juni 2026, selalu berada di zona merah. IHSG sepanjang pekan mengalami koreksi sebesar 8,69 persen dan ditutup pada level 5.594 dari posisi 6.127 pada pekan sebelumnya.

Pelemahan IHSG ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan.

Berdasarkan data BEI, tercatat kapitalisasi pasar BEI susut sebesar 8,59 persen menjadi Rp 9.807 triliun dari Rp 10.729 triliun pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 5,71 persen menjadi Rp 26,97 triliun dibandingkan Rp 28,38 triliun pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI turun drastis imbas IHSG loyo. [Antara]

"Penurunan tersebut mencerminkan adanya kehati-hatian investor dalam melakukan transaksi di tengah volatilitas pasar," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Dari sisi investor asing, tekanan jual masih berlanjut. Investor asing pada perdagangan terakhir pekan ini membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 3,73 triliun.

Adapun secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp61,36 triliun.

"Kondisi ini menjadi salah satu sentimen yang turut memengaruhi pergerakan IHSG dan dinamika pasar modal Indonesia sepanjang tahun berjalan," jelasnya.

Namun, aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia justru menunjukkan peningkatan. Kondisi ini tercermin dari naiknya frekuensi dan volume transaksi saham di BEI sepanjang pekan tersebut. Adapun,  peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian.

Baca Juga: Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Kinerja perdagangan saham di BEI mencatat kenaikan sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi per hari dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2,11 juta kali transaksi.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham dari sebelumnya 30,95 miliar lembar saham.

Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas investor di pasar saham masih cukup tinggi meskipun tekanan terhadap indeks masih berlangsung.

Load More