- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pelemahan rupiah dan IHSG per 6 Juni 2026 dipicu oleh sentimen negatif yang tidak akurat.
- Pemerintah mengeklaim ekonomi nasional tetap stabil dan akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal bersama Bank Sentral untuk memulihkan pasar.
- Sinergi kebijakan moneter dan fiskal diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor serta mendongkrak kembali nilai tukar mata uang rupiah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan kendala utama yang dihadapi pemerintah dalam mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurutnya, tekanan terhadap pasar keuangan tersebut lebih dipicu oleh sentimen yang kurang tepat.
"Jadi kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita yang enggak terlalu benar," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan data penutupan pasar, nilai tukar rupiah di pasar spot memang tercatat melemah 0,86 persen dalam sepekan hingga terperosok ke level Rp 18.036 per dolar AS.
Tekanan serupa juga menimpa pasar saham domestik, di mana IHSG terus merosot dan ditutup di posisi 5.594 pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).
Meski kondisi pasar keuangan sedang bergejolak, Purbaya mengklaim perekonomian nasional dalam keadaan stabil, yang tercermin dari tetap menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
"Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita kemana-mana semuanya ekonomi aktivitas meningkat," katanya.
Menurutnya, persepsi keliru mengenai kejatuhan ekonomi telah memengaruhi sebagian masyarakat. Untuk mengatasi sentimen negatif tersebut, pemerintah bakal memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral.
"Itu (persepsi negatif) yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan Bank Sentral," kata Purbaya.
Baca Juga: Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
Sebelumnya, pemerintah bersama DPR menggelar pertemuan guna membahas perkembangan ekonomi. Dalam pertemuan itu dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, i Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Purbaya.
Mereka melakukan koordinasi antara fiskal dan moneter guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Purbaya berharap sinkronisasi dan sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter dapat memperkuat dampak ekonomi sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar terhadap aset-aset domestik.
Dia menegaskan bahwa keterpaduan kebijakan tersebut diyakini mampu menarik kembali pendanaan pasar ke mata uang lokal, yang pada akhirnya akan mendongkrak nilai tukar rupiah secara signifikan.
Berita Terkait
-
BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore
-
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
-
IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan