- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melemah ke level 5.486 pada pembukaan Senin, 8 Mei 2026.
- Sebanyak 572 saham mengalami penurunan nilai saat perdagangan berlangsung di tengah tekanan aksi jual oleh investor asing.
- Pelemahan nilai tukar rupiah dan kekhawatiran terhadap data cadangan devisa memicu sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham nasional.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam fase melemah atau downtren, pada pembukaan, Senin, 8 Mei 2026. IHSG masih berada di zona merah saat dibuka di level 5.486.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG makin merosot 3,26 persen ke level 5.412
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,57 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,98 triliun, serta frekuensi sebanyak 188.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 56 saham bergerak naik, sedangkan 572 saham mengalami penurunan, dan 331 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, GMTD, SULI, NASI, TRIN, dan CTBN.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GPSO, SUPA, WEHA, APLI, dan BEER.
Proyeksi IHSG
Pergerakan IHSG pada perdagangan awal pekan diperkirakan masih berada dalam tekanan. Beberapa sentimen eksternal dan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah serta aksi jual investor asing yang mempengaruhi pergerakan pasar modal
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG pada Senin (8/6) bergerak melemah secara terbatas dengan level support di 5.360 dan resistance di 5.865.
Baca Juga: Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan
"Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren pelemahan, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di area oversold yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound teknikal meskipun tekanan pasar saham masih cukup kuat," katanya dalam analisis, Senin (8/6/2026).
Oktavianus menjelaskan, tekanan volume transaksi mulai berkurang di tengah aksi jual investor asing yang sepanjang pekan lalu mencapai Rp 7,39 triliun. Namun demikian, pasar masih dibayangi sejumlah sentimen yang berpotensi menahan penguatan indeks.
"Sentimen pertama berasal dari keberlanjutan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus level Rp 18.035 per dolar AS. Kondisi tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang berada di level 100,"katanya.
Menurut Oktavianus, pelaku pasar masih mengkhawatirkan pelemahan rupiah yang berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian dan pasar keuangan apabila berlanjut dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Selain itu, investor juga menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia periode Mei 2026. Jika tren penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun masih berlanjut, kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.
Di sisi lain, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi emiten terkait. Harga batu bara tercatat berada di level 148,7 dolar AS per ton, sedangkan harga nikel mencapai 18.575 dolar AS per ton, yang berpotensi mendukung kinerja saham sektor pertambangan dan komoditas.
Berdasarkan analisis teknikal, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan strategi speculative buy pada area support 458 dan target resistance 585. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan support 6.950 dan resistance 8.250.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun