-
Rupiah tembus Rp18.035 per dolar AS, tekan pergerakan IHSG.
-
Investor asing jual saham Rp7,39 triliun dalam sepekan.
-
Harga batu bara dan nikel naik, topang saham tambang.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan masih berada dalam tekanan. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga aksi jual investor asing menjadi sentimen utama yang membebani pasar saham domestik.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (8/6/2026) bergerak melemah secara terbatas dengan level support di 5.360 dan resistance di 5.865.
Menurutnya, indikator teknikal masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat meski peluang rebound jangka pendek mulai terlihat.
"Indikator MACD masih menunjukkan tren pelemahan, sementara RSI berada di area oversold yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound teknikal meskipun tekanan pasar saham masih cukup kuat," kata Oktavianus dalam riset hariannya.
Ia menjelaskan, volume transaksi mulai mengalami penurunan di tengah derasnya arus keluar dana asing. Sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp7,39 triliun.
Tekanan pasar juga datang dari pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.035 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan di level 100.
Menurut Oktavianus, pelemahan rupiah menjadi perhatian serius pelaku pasar karena berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan apabila berlangsung dalam periode yang panjang.
Selain itu, investor juga menanti rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Mei 2026. Jika tren penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun kembali berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan sentimen negatif tambahan bagi pasar saham.
Meski demikian, sejumlah faktor positif masih berpotensi menopang pergerakan indeks. Kenaikan harga komoditas global dinilai dapat mendukung kinerja emiten sektor pertambangan.
Baca Juga: IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia", Analis: Pulihkan Kepercayaan!
Harga batu bara saat ini berada di level US$148,7 per ton, sementara harga nikel mencapai US$18.575 per ton. Kenaikan tersebut diperkirakan dapat menjadi katalis bagi saham-saham berbasis komoditas.
Dari sisi rekomendasi, Kiwoom Sekuritas mencermati saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan strategi speculative buy pada area support 458 dan target resistance 585. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan support 6.950 dan resistance 8.250.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya pada perdagangan hari ini. Ia memproyeksikan support IHSG berada di level 5.517 dan resistance di 5.734.
Herditya mengatakan berbagai sentimen yang membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan masih akan berlanjut sehingga investor perlu lebih selektif dalam memilih saham.
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada rentang harga 3.020-3.200, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di kisaran 610-660, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada rentang 472-520.
Dengan kombinasi sentimen negatif dari pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, dan potensi penurunan cadangan devisa, pelaku pasar diperkirakan masih akan bergerak hati-hati. Namun, penguatan harga komoditas dapat menjadi penopang bagi sejumlah saham sektor tambang di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi sepenuhnya. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian material maupun immaterial yang mungkin timbul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional
-
Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee
-
Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus
-
Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak
-
Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?