Entertainment / Gosip
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB
Denny Sumargo [Instagram/@sumargodenny]
Baca 10 detik
  • Denny Sumargo menyoroti pelemahan Rupiah ke Rp18.030 dan penurunan IHSG ke level 5.697 pada 5 Juni 2026.
  • Kondisi penurunan ganda tersebut menjadi indikasi kuat adanya aliran modal asing yang keluar dari pasar Indonesia.
  • Melalui teknologi kecerdasan buatan, Denny membagikan keresahan mengenai situasi pasar keuangan yang tengah mengalami tekanan ekonomi berat.

Suara.com - Denny Sumargo menyoroti pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp18.030 per Dolar AS dan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.697 pada Jumat, 5 Juni 2026.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, dia membagikan keresahan mengenai situasi pasar keuangan domestik saat ini.

Pelemahan ganda ini menjadi perhatian karena terjadi secara bersamaan. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp18.030,45 per Dolar AS.

Di sisi lain, IHSG ditutup merosot sebesar 2,44 persen atau berkurang 142,74 poin ke level 5.697,05.

Kondisi penurunan bersamaan ini umumnya menjadi indikasi kuat adanya aliran modal asing yang keluar (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia.

Uniknya, pria yang akrab disapa Densu ini menggambarkan situasi ekonomi yang rumit tersebut lewat visualisasi interaksi ringkas dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Saat ini pasar masih mengarah ke bawah, belum ada sinyal pembalikan yang kuat. Yang bikin agak mengkhawatirkan adalah pelemahan rupiah dan saham terjadi bersamaan. Itu biasanya tanda dana asing masih keluar dari Indonesia," tulis penjelasan AI yang diunggahnya.

Namun, saat dia meminta kesimpulan yang lebih padat dengan bertanya, "panjang amat, intinya aja apa?".

Tak menunggu lama, sistem kecerdasan buatan tersebut merespons dengan satu kata singkat "Amsyion bro..".

Baca Juga: Istri Pengusaha Tajir Melintir, Maia Estianty Ternyata Ikut Resah Dolar Tembus Rp18 Ribu

Unggahan tersebut langsung memicu interaksi dan komentar dari para pengikutnya yang turut mencemaskan kondisi pergerakan nilai mata uang rupiah ke depan.

Load More