- COO Danantara Dony Oskaria membantah PT Danantara Sumberdaya Indonesia mencari keuntungan sepihak dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional.
- Pemerintah mengatur tata kelola ekspor kelapa sawit, batu bara, dan besi melalui PP Nomor 24 Tahun 2026.
- DSI fokus memberikan layanan inspeksi serta memastikan harga jual komoditas sesuai acuan pasar internasional demi negara.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengelak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI ambil untung dalam pengelolaan ekspor komoditas.
Menurutnya, pada tahap pertama margin yang didapat DSI dari pengelolaan ekspor komoditas ini untuk pelayanan dan pemantauan ekspor agar sesuai dengan kaidah-kaidahnya.
Adapun, beroperasinya DSI sebagai perantara ekspor ini tertuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Terdapat tiga komoditas yang dikelola ekspornya, kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.
"Tentu yang pertama kita tidak mungkin melakukan itu dan yang dimasukkan dengan margin untuk tahap pertama ini untuk layanan yang kita berikan, hanya layanan. Contohnya misalkan untuk memastikan bahwa itu benar tentu ada inspeksi misalkan," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dony yang juga Kepala BP BUMN ini menuturkan, DSI bukan calo yang mengambil margin dengan suka-suka dalam pengelolan ekspor komoditas.
"Jadi harganya itu bukan margin, kemudian kita seolah-olah jadi calo ngambil margin itu bukan demikian. Tetapi setiap layanan yang diberikan, kalau nggak ada layanannya maksudnya orang diambil marginnya? Ya nggak begitu, dan pasti bukan demikian," ucapnya.
Dony melanjutkan, fungsi DSI bukan mencari keuntungan dari pengelolaan ekspor komoditas, tetapi bagaimana ekspor tiga komoditas itu dijual dengan harga yang semua.
"Jadi kita tentu-tentu tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Toh tujuan kita sebetulnya adalah bagaimana komoditas kita bisa diekspor dengan banyak maksimal dengan harga yang baik," bebernya.
Dony kembali menegaskan bahwa DSI juga tidak akan menaikkan harga dengan semaunya. Akan tetapi, memastikan harganya sesuai dengan harga pasar.
Baca Juga: Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
"Yang diharapkan itu mendapatkan tambahan pendapatan buat negara kita. Jadi tidak pernah terpikirkan kita tiba-tiba menjadi calo harga 5, kemudian kita tambahin 5 lagi kita jual 10, karena nggak laku dong, sekarang sudah ada acuan harga internasionalnya kan. Itu hanya terhadap servis yang di-provide oleh DSI," katanya.
DSI Bisa Atur Harga
SI berhak untuk menentukan harga jual komoditas strategis ke pasar global. Setidaknya, ada tiga komoditas yang harganya akan ditentukan, CPO, batu bara, dan ferroy alloy.
Fungsi DSI ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.
Dalam beleid yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 itu ditegaskan bahwa komoditas SDA strategis hanya dapat diekspor oleh BUMN yang mendapat penugasan khusus dari pemerintah.
"Dalam pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Strategis oleh BUMN Ekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harga jual Komoditas SDA Strategis ditentukan oleh BUMN Ekspor," demikian bunyi Pasal 3 ayat (2).
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah
-
Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
-
Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan
-
Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor