- Harga minyak dunia kembali naik, dengan Brent menembus US$94,38 per barel dan WTI mencapai US$91,41 per barel di tengah ketegangan Iran-Israel.
- Gencatan senjata Iran dan Israel belum meyakinkan pasar, sehingga risiko geopolitik Timur Tengah masih menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak.
- Ketidakpastian Selat Hormuz dan ancaman konflik baru membuat investor tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga minyak global dalam jangka pendek.
Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026. Kenaikan dipicu sikap Iran dan Israel yang tetap membuka peluang untuk saling menyerang kembali, meskipun kedua belah pihak sempat menyatakan gencatan senjata menyusul desakan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Mengutip dari Reuters, harga minyak berjangka Brent naik 13 sen atau 0,14 persen ke posisi 94,38 dolar AS per barel pada pukul 00.01 GMT (07.01 WIB).
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 11 sen atau 0,12 persen menjadi 91,41 dolar AS per barel.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga 5 persen, setelah serangan udara terbaru Israel ke Iran dan beberapa wilayah Lebanon memupus harapan berakhirnya perang.
Namun, lonjakan harga tersebut sedikit mereda setelah Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel.
"Meskipun ada sedikit kelegaan dari jeda serangan langsung ini, investor belum sepenuhnya yakin bahwa gencatan senjata akan bertahan lama," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.
Ia menambahkan bahwa pasar saat ini lebih mengantisipasi ketidakpastian yang berkelanjutan ketimbang resolusi damai yang permanen.
Baik Iran maupun Israel mengaku menghentikan serangan demi memenuhi seruan Presiden AS Donald Trump untuk segera menghentikan baku tembak.
Kendati demikian, Teheran menegaskan akan kembali melancarkan serangan jika Israel terus menggempur basis Hizbullah di Lebanon.
Baca Juga: Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menilai intervensi Trump memang berhasil mencegah situasi memburuk secara eksponensial.
"Namun, latar belakang geopolitik di kawasan tersebut tetap tegang, dan kesepakatan damai yang langgeng masih sulit dicapai," ujarnya.
Sikap keras juga ditunjukkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan video yang disiarkan televisi nasional, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan membalas dengan kekuatan penuh jika Iran kembali menyerang.
Di sisi lain, dalam wawancara dengan Axios yang dipublikasikan Senin (8/6/2026), Trump mengaku telah memperingatkan Netanyahu bahwa Israel kemungkinan harus berjuang sendiri jika memilih untuk kembali menyulut perang dengan Iran.
"Pertanyaan kuncinya sekarang adalah apakah upaya deeskalasi saat ini bisa menghasilkan resolusi jangka panjang, atau kita hanya berada di tengah masa tenang yang bersifat sementara," pungkas Waterer.
Salah satu poin krusial yang tengah ditekan Washington dalam negosiasi damai dengan Teheran adalah pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur laut strategis ini sebelumnya mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia, sebelum akhirnya terganggu akibat serangan udara AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, militer AS melaporkan bahwa pasukannya baru saja melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong di Teluk Oman pada Senin (8/6/2026).
Tindakan tegas itu diambil setelah kapal tersebut nekat berlayar menuju pelabuhan Iran, yang dinilai melanggar aturan blokade yang tengah diterapkan terhadap negara tersebut.
Berita Terkait
-
Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?
-
Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan