- PT Indo Premier Sekuritas menekankan pentingnya penguasaan AI bagi generasi muda untuk mengelola keuangan dan investasi secara optimal.
- Pemanfaatan AI dinilai menjadi kompetensi dasar yang krusial guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan digital.
- IPOT meluncurkan gerakan edukasi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab.
Suara.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai akan mengubah cara generasi muda dalam mengelola keuangan dan berinvestasi di pasar modal.
Di tengah pesatnya transformasi digital, kemampuan memanfaatkan AI kini dianggap sama pentingnya dengan literasi finansial.
PT Indo Premier Sekuritas melalui platform investasi IPOT menilai penguasaan AI menjadi kompetensi baru yang harus dimiliki generasi muda Indonesia, khususnya Generasi Z yang saat ini menjadi salah satu penentu arah ekonomi nasional.
IPOT menyebut Indonesia tengah memasuki fase percepatan transformasi digital yang ditandai dengan semakin luasnya adopsi AI di berbagai sektor kehidupan. Teknologi tersebut kini tidak hanya digunakan untuk mendukung produktivitas, tetapi juga membantu masyarakat dalam mengambil keputusan finansial dan investasi.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan, AI telah berkembang menjadi infrastruktur baru yang mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari bekerja, belajar hingga berinvestasi.
"Dengan total dana kelolaan nasabah (Asset Under Management) mencapai sekitar Rp312 triliun dan didukung oleh lebih dari satu juta nasabah, IPOT hadir menghubungkan aset terbesar bangsa, yaitu generasi muda dengan kompetensi masa depan melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, dunia saat ini sedang memasuki era baru yang ditentukan oleh kecerdasan buatan. Karena itu, AI tidak lagi bisa dipandang sebagai teknologi masa depan, melainkan teknologi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Terlebih, Gen Z saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.
Selain menghadapi tekanan ekonomi dan inflasi, mereka juga berhadapan dengan ancaman digital seperti penipuan siber, judi online, hingga fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kerap memengaruhi pengambilan keputusan keuangan.
Baca Juga: IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang
IPOT menilai kondisi tersebut membuat literasi finansial dan penguasaan AI menjadi kombinasi penting untuk membangun ketahanan ekonomi generasi muda.
Perusahaan bahkan merumuskan formula transformasi yang menggabungkan Generasi Muda Indonesia, Literasi Finansial, dan Artificial Intelligence sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
Moleonoto menegaskan, AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang dapat menghilangkan lapangan pekerjaan. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan investasi.
Transformasi ekonomi nasional tidak dimulai dari saham atau trading, melainkan dari cara berpikir (mindset). IPOT hadir untuk memastikan AI tidak dipandang sebagai ancaman hilangnya pekerjaan, melainkan sebagai sarana peningkatan kualitas keputusan hidup dan proteksi finansial.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, IPOT menghadirkan berbagai teknologi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan investor ritel. Perusahaan juga meluncurkan gerakan edukasi bertajuk "Cerdas Finansial Bersama IPOT" yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai investasi dan pemanfaatan AI secara produktif.
Melalui program tersebut, IPOT ingin menegaskan bahwa AI bukan hanya milik para insinyur, programmer, atau perusahaan teknologi besar. AI dinilai telah menjadi kompetensi dasar yang perlu dimiliki generasi muda untuk mengelola, mengembangkan, dan melindungi masa depan finansial mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi
-
Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos
-
IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang
-
Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan
-
Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal
-
Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
-
Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco
-
Pertamax Melonjak, SPBU Swasta Ikut Kerek Naik Harga BBM Hingga Tembus Rp17.000 per Liter
-
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan