- Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, membebani pengeluaran pengendara.
- Selisih harga Pertamax dan Pertalite mencapai Rp6.250 per liter.
- Banyak konsumen mulai mempertimbangkan beralih ke Pertalite demi menghemat biaya.
Suara.com - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan langsung oleh para pengguna kendaraan pribadi, khususnya pemilik mobil yang selama ini mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi tersebut untuk menjaga performa mesin.
Salah satu pengguna mobil Mitsubishi Xpander, Anggoro, mengaku pengeluaran untuk bahan bakar meningkat signifikan setelah harga Pertamax melonjak. Menurutnya, biaya yang sebelumnya cukup untuk mengisi penuh tangki kini hanya mampu mengisi sebagian kapasitas kendaraan.
"Untuk kualitas mesin memang lebih stabil menggunakan Pertamax. Saya biasanya full tank, sekarang pengeluarannya jadi lebih besar. Dulu Rp400.000 sudah penuh, sekarang Rp400.000 hanya sekitar setengah tangki. Tadi saya isi Rp480.000 pun baru sekitar tiga per empat kapasitas tangki," ujar Anggoro.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai memberikan tekanan terhadap anggaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan Pertamax untuk kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu.
Meski harga Pertamax mengalami kenaikan tajam, sebagian konsumen mengaku tidak mudah beralih ke Pertalite. Pasalnya, kendaraan dengan kebutuhan oktan lebih tinggi dinilai tetap memerlukan Pertamax agar performa mesin tetap optimal dan lebih awet dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pemerintah bersama Pertamina masih mempertahankan harga BBM subsidi dan penugasan untuk menjaga daya beli masyarakat. Hingga saat ini, harga Pertalite (RON 90) tetap berada di level Rp10.000 per liter.
Namun, jarak harga yang semakin lebar antara Pertalite dan Pertamax menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Dengan selisih mencapai Rp6.250 per liter, tidak sedikit pengguna Pertamax yang mulai mempertimbangkan beralih ke BBM yang lebih murah demi menekan pengeluaran.
Asal tahu saja PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik Rp3.950 per liter menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Kenaikan yang lebih tinggi terjadi pada Pertamax Green 95. Produk BBM ramah lingkungan tersebut kini dibanderol Rp17.000 per liter, naik Rp4.100 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.
Baca Juga: Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
Reporter: Dhia Sukmahadi Putra Nugraha
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax