Suara.com - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Hal ini dikemukakannya menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp12.300, naik menjadi Rp16.250 dan Pertamax Green (RON 95) berubah dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 dilakukan karena mengikuti pergerakan harga pasar minyak mentah dunia.
Di tempat terpisah, anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno berharap, kenaikan ini tidak akan memberi dampak terhadap keberlanjutan dunia usaha. Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini merupakan bentuk penyesuaian atas harga minyak mentah yang selama beberapa bulan terakhir bertahan di kisaran 80-100 USD per barel.
Harga tersebut bisa lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Kondisi ini bahkan diproyeksikan akan bergerak naik lagi, apalagi Iran resmi menutup total Selat Hormuz untuk semua aktivitas pelayaran.
“Berhubung jenis BBM Pertamax bukan merupakan bagian dari JBT (Jenis BBM Tertentu) atau JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan), tentunya tidak mendapatkan subsidi pemerintah sehingga harganya akan naik-turun sesuai harga minyak mentah dunia,” kata Eddy, saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2026).
Eddy memahami bahwa kenaikan harga Pertamax akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan beban operasional pelaku usaha, tapi dampak tersebut sudah lebih dulu dirasakan masyarakat dan pelaku usaha ketika BBM nonsubsidi lainnya lebih dahulu mengalami kenaikan harga, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Eddy meyakini kenaikan biaya operasional tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga jual produk akhir.
“Harapan dunia usaha agar pemerintah dapat memberikan dukungan atau insentif di bidang lainnya, baik insentif fiskal maupun nonfiskal, dengan tujuan agar operasional dan kinerja dunia usaha tetap terjaga,” katanya.
Eddy yang juga Wakil Ketua MPR RI ini berharap tidak terjadi migrasi besar-besaran konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite. Ia menilai pemerintah telah mengatur dengan ketat tata cara pembelian BBM jenis Pertalite bagi kalangan atau konsumen tertentu.
Baca Juga: Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
Seperti diketahui, penyesuaian harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian. ***
Berita Terkait
-
Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib
-
Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara
-
Masker Viva Bengkuang Dipakai Berapa Kali? Ini Anjuran dan Review Pembeli
-
Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 32 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama
-
Siapa Pencipta Lagu Honk! No Na? Ini Sosok di Balik Lirik Om Telolet Om dan Angkot yang Viral
-
Cikole dan Cibeureum Sarang Pengungkapan Narkoba, 43 Tersangka Diciduk Polres Sukabumi
-
Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!
-
Marak Kecelakaan Kapal, Puan Tagih Tanggung Jawab Negara dalam Keselamatan Pelayaran
-
China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar
-
Harga Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 75 Persen, Beras hingga Minyak Goreng Ikut Naik