- Iran menutup total Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah mereka pada Kamis.
- Harga minyak dunia melonjak signifikan karena terganggunya distribusi energi di jalur laut vital bagi pasokan global tersebut.
- Cadangan minyak Amerika Serikat menyusut tajam akibat konflik bersenjata dan minimnya produksi minyak dari negara anggota OPEC.
Aksi blokade jalur maritim oleh militer Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini secara otomatis menahan harga minyak tetap berada di level tertinggi. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi utama yang melayani seperlima dari total volume pengiriman minyak dan gas global di seluruh dunia.
Dari sisi suplai, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik AS menyusut tajam hingga 7,2 million barel menjadi tinggal 426,5 million barel untuk pekan yang berakhir pada 5 Juni.
Penurunan riil ini jauh lebih masif ketimbang ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan penyusutan sebesar 4 million barel.
Secara akumulatif, cadangan minyak mentah AS, termasuk yang tersimpan di dalam Cadangan Minyak Strategis (SPR), telah merosot hingga 79 million barel sejak konflik bersenjata dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu.
Sebagai produsen minyak terbesar di dunia, AS terpaksa menguras cadangannya guna menutupi kekosongan pasokan global setelah Selat Hormuz praktis tidak dapat beroperasi.
Mempertegas ketatnya pasokan di pasar, hasil survei terbaru dari Reuters menunjukkan bahwa total volume produksi minyak dari negara-negara anggota OPEC pada bulan Mei telah merosot ke level terendah dalam lebih dari dua dekade terakhir.
Berita Terkait
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Memang Sesuai Namanya, PERTAMINA: Pertahun Minyak Naik
-
Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar
-
Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF