-
Iran menggempur 18 target militer Amerika Serikat di wilayah Kuwait dan Bahrain secara simultan.
-
Serangan udara menggunakan drone bunuh diri melumpuhkan sistem Patriot dan komunikasi Armada Kelima AS.
-
Teheran menegaskan aksi ini adalah balasan atas serangan udara Pentagon di Iran Selatan.
Suara.com - Kedaulatan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk berada dalam ancaman serius setelah gempuran udara masif yang dilancarkan Teheran. Serangan strategis ini menandai babak baru konfrontasi terbuka yang berpotensi mengubah peta keamanan regional secara drastis.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi 18 titik vital militer AS di Kuwait dan Bahrain lumpuh terjang bola api. Langkah ofensif tersebut langsung mengincar jantung pertahanan udara dan komunikasi blok Barat di wilayah semenanjung.
Dilansir Anadolu, gelombang gempuran pertahanan udara ini menargetkan situs-situs krusial, termasuk pangkalan udara Ali Al Salem serta Ahmad Al Jaber di Kuwait. Fasilitas militer Sheikh Isa yang berada di wilayah kekuasaan Bahrain juga tidak luput dari sasaran kehancuran.
Secara terpisah, armada tempur Iran melaporkan keberhasilan mereka melumpuhkan unit sistem pertahanan rudal Patriot. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih milik Amerika Serikat tersebut gagal membendung penetrasi serangan musuh.
Tidak hanya itu, pusat jaringan komunikasi militer yang menjadi urat nadi pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain berhasil diinterseptor. Gagalnya sistem deteksi dini membuat pangkalan sekutu tersebut berada dalam posisi yang sangat rentan.
Serangan udara jarak jauh ini diperkuat oleh peluncuran ratusan armada pesawat nirawak (drone) bunuh diri yang bergerak cepat. Drone pemusnah tersebut dikirim langsung menuju koordinat markas komando utama Armada Kelima Amerika Serikat.
Pihak militer Teheran menegaskan bahwa operasi udara ini merupakan respons langsung terhadap agresi brutal Washington di wilayah Iran selatan. Balasan setimpal dipastikan akan terus mengalir selama militer asing tetap bercokol di tanah mereka.
Komando tinggi militer Iran menyatakan kesiapan penuh seluruh elemen pasukannya untuk menghadapi skenario perang jangka panjang. Blokade udara dan laut disiapkan guna mengantisipasi serangan balasan dari sekutu dekat Amerika Serikat.
Pasukan Teheran mengancam bakal terus bertempur melawan musuh hingga napas terakhir demi menjaga harga diri bangsa. Mereka menegaskan tidak akan mengambil langkah mundur satu mil pun sebelum pihak agresor menerima hukuman berat.
Baca Juga: Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan
Kepanikan global mulai membayangi jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz pasca-insiden mematikan di dua negara Teluk tersebut. Sejumlah pengamat memprediksi harga komoditas energi akan melonjak tajam akibat risiko geopolitik yang tidak terkendali.
Ketegangan bersenjata di kawasan Timur Tengah ini sejatinya dipicu oleh rangkaian serangan udara beruntun AS ke wilayah Iran selatan. Tindakan provokatif Pentagon tersebut memicu kemarahan besar di Teheran yang berujung pada aksi pembalasan simetris.
Aksi saling serang antara Washington dan Teheran kini telah menyeret fasilitas militer strategis di seluruh kawasan ke dalam pusaran konflik. Situasi keamanan di Kuwait dan Bahrain kini berada pada status siaga tertinggi guna menghadapi potensi eskalasi lanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi