- Presiden Donald Trump merespons positif data inflasi AS di atas 4 persen yang terjadi pada bulan Mei lalu.
- Pemerintah AS melakukan operasi rahasia di Selat Hormuz untuk mengawal tanker minyak guna menekan harga komoditas global.
- Lonjakan biaya hidup memicu kekhawatiran Partai Republik kehilangan suara dalam pemilu sela karena penurunan tingkat kepuasan publik.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan mengejutkan pada hari Rabu dengan menyikapi secara positif data ekonomi terbaru yang menunjukkan laju inflasi di negaranya telah melonjak melampaui angka 4 persen.
Di hadapan para jurnalis, Trump secara blak-blakan menyatakan bahwa dirinya "menyukai" kondisi inflasi tersebut, sembari menegaskan kembali keyakinannya bahwa harga-harga komoditas akan langsung merosot jatuh segera setelah kecamuk perang dengan Iran berakhir.
Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai rilis data resmi pemerintah AS yang memperlihatkan inflasi konsumen pada bulan Mei melesat dalam ritme tercepatnya dalam tiga tahun terakhir—serta apakah kondisi tersebut dapat menjegal langkah politik rekan-rekan separtainya dari Republik dalam pemilu sela (midterm election) pada November mendatang—Trump justru menjawab dengan santai.
"Saya menyukai inflasi ini," cetus Trump, dikutip via Reuters.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Gedung Putih tersebut membeberkan bahwa dirinya telah memberikan lampu hijau bagi pelaksanaan sebuah operasi rahasia untuk mengawal pergerakan kapal-kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz.
Langkah berisiko ini diambil demi meredam kekhawatiran atas membubungnya biaya logistik dan meroketnya angka inflasi global.
"Bagi saya, hal itu sangat berharga," ujar Trump saat mengalkulasi keputusan strategisnya, sembari mengeklaim bahwa operasi militer senyap tersebut telah mendulang kesuksesan besar.
"Ketika semua ini berakhir, Anda akan melihat harga minyak kembali merosot ke level semula. Harganya sedang turun dan akan jatuh sekeras batu," imbuh Trump optimis mengenai dampak jangka panjang dari perang yang tengah berkobar.
Selama ini, Trump selalu memosisikan konfrontasi bersenjata dengan Iran sebagai sebuah jalur peralihan sementara yang harus ditempuh, sekaligus membingkainya sebagai isu krusial bagi keamanan nasional AS.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal
Langkah Teheran yang memblokir jalur pelayaran maritim internasional paling vital tersebut diakui telah mengerek naik harga bahan bakar minyak (BBM), komoditas pupuk, serta berbagai barang kebutuhan pokok lainnya, yang secara berantai memicu pembengkakan inflasi domestik.
Tingginya harga barang di tingkat konsumen ini juga berpotensi besar menahan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka dengan memangkas suku bunga acuan.
Padahal, penurunan suku bunga untuk menekan biaya pinjaman publik merupakan kebijakan yang terus didesak oleh Trump sejak dirinya kembali memegang tampuk kekuasaan tahun lalu.
Di koridor politik, jajaran elite Partai Republik saat ini tengah berjuang keras untuk mempertahankan dominasi mayoritas kursi mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta Senat AS.
Namun, internal partai dihantui kekhawatiran besar bahwa gelombang protes dari masyarakat akibat lonjakan biaya hidup dapat membalikkan keadaan dan menyerahkan kendali parlemen ke tangan Partai Demokrat.
Masalah stabilitas ekonomi dan daya beli hingga kini memang tetap menjadi poin pertimbangan paling sensitif bagi para pemilih di AS.
Ironisnya, Trump berhasil memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu sebagian besar karena janji kampanyenya yang berkomitmen untuk menekan angka inflasi. Namun, sejak resmi menjabat, tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya—terutama dalam mengelola stabilitas biaya hidup—justru merosot tajam ke titik terendah sepanjang karier politiknya.
Hingga saat ini, berbagai upaya diplomatik maupun militer untuk membuka kembali jalur pelayaran komersial bagi kapal tanker di Selat Hormuz masih menemui jalan buntu.
Jajaran eksekutif industri energi serta pengamat pasar makro telah mengeluarkan peringatan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, pasar global berisiko menghadapi kejutan harga minyak mentah (oil price shock) jilid berikutnya yang cukup ekstrem hingga mampu mengguncang stabilitas pasar keuangan internasional secara lebih luas.
Berita Terkait
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar
-
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958
-
Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian