- Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,91 persen ke level 5.789 pada perdagangan sesi pertama, 11 Juni 2026.
- Pelemahan terjadi setelah aksi ambil untung investor, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,59 triliun di pasar reguler.
- Seluruh sektor mengalami koreksi, dipimpin sektor bahan baku yang turun tajam sebesar 6,27 persen pada hari ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lagi pada perdagangan sesi pertama Kamis, 11 Juni 2026. IHSG ditutup di level 5.789 atau turun 112 poin setara 1,91 persen.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual terjadi setelah sehari sebelumnya IHSG mencatat reli kuat dan ditutup menguat lebih dari 2 persen.
Pada sesi pertama hari ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.010 sebelum akhirnya terkoreksi hingga level terendah 5.789.
Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp12,59 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,01 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,47 juta kali.
Saham-saham berkapitalisasi besar masih mendominasi nilai transaksi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar dan ditutup stagnan di level 5.650.
Sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 10,22 persen ke level 1.625 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,47 persen ke level 2.780.
Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang ambles 14,18 persen. Kemudian PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 11,64 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 9,66 persen.
Dari sisi sektoral, tidak ada sektor yang berhasil mencatatkan penguatan pada sesi pertama. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor bahan baku yang turun 6,27 persen, diikuti sektor energi yang terkoreksi 3,17 persen dan sektor transportasi yang melemah 2,94 persen.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,11 persen, Shanghai Composite China melemah 0,73 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang masih mampu menguat tipis 0,04 persen.
Baca Juga: Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
Data Perdagangan IHSG Sesi I
- Nilai transaksi: Rp12,59 triliun
- Volume transaksi: 20,01 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.471.074 kali
Saham Top Value
- BBCA: 5.650 (0,00 persen)
- TPIA: 1.625 (-10,22 persen)
- BBRI: 2.780 (-3,47 persen)
Saham Top Volume
- BUMI: 137 (-4,86 persen)
- DSSA: 705 (-10,76 persen)
- TPIA: 1.625 (-10,22 persen)
Saham Top Gainers LQ45
- TLKM: +3,56 persen
- ISAT: +1,93 persen
- MEDC: +1,67 persen
Saham Top Losers LQ45
- HRTA: -14,18 persen
- CUAN: -11,64 persen
- BRPT: -9,66 persen
Sektor Tertekan
- IDX Basic Materials: -6,27 persen
- IDX Energy: -3,17 persen
- IDX Transportation: -2,94 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir
-
Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite
-
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958