- FPNI optimistis penuhi ketentuan free float 15% sebelum tenggat Maret 2029.
- Porsi saham publik FPNI masih 7,5%, jauh di bawah batas minimum BEI dan OJK.
- Manajemen belum putuskan aksi korporasi, masih menunggu arahan pemegang saham.
Suara.com - PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menyatakan optimistis dapat memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen sesuai regulasi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat ini, porsi saham publik FPNI masih berada di level 7,5 persen. Namun manajemen menilai masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk memenuhi ketentuan tersebut karena tenggat pemenuhan baru jatuh pada Maret 2029.
Direktur Lotte Chemical Titan, Calvin Wiryapranata, mengatakan perseroan masuk dalam kategori emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun per 31 Maret 2026. Dengan status tersebut, perusahaan memperoleh waktu lebih panjang untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya.
"Per 31 Maret kami masuk kategori emiten dengan market cap di bawah Rp5 triliun. Karena itu kami memiliki waktu hingga Maret 2029 untuk meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen," kata Calvin di Gedung Mangkuluhur Artotel, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, rentang waktu yang masih cukup panjang memberikan keleluasaan bagi manajemen untuk mengkaji berbagai opsi strategis guna meningkatkan porsi saham publik di pasar modal.
Meski demikian, Calvin menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan apa pun dari pemegang saham pengendali terkait langkah korporasi yang akan ditempuh. Perseroan masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari pemegang saham utama.
"Kami akan pelajari berbagai kemungkinan. Sampai saat ini belum ada keputusan dari pemegang saham apakah akan tetap melanjutkan status sebagai perusahaan tercatat, melakukan aksi korporasi tertentu, atau bahkan opsi lainnya. Belum ada pembicaraan ke arah itu," ujarnya.
Berdasarkan data perseroan, porsi saham publik FPNI saat ini mencapai 7,5 persen atau sekitar 417,51 juta lembar saham dari total 5,56 miliar saham yang beredar. Sementara itu, pemegang saham pengendali, Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd., masih menguasai sekitar 92,5 persen saham atau setara 5,14 miliar lembar saham.
Ke depan, pasar akan mencermati strategi yang akan dipilih perseroan untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham FPNI di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro