- Harga minyak mentah Brent dan WTI naik pada Rabu 17 Juni setelah sempat anjlok akibat sentimen pasar.
- Kenaikan harga dipicu sikap hati-hati investor menanti kepastian kesepakatan damai AS dan Iran terkait Selat Hormuz.
- Ketidakpastian geopolitik serta data penurunan persediaan minyak mentah AS mempengaruhi fluktuasi harga di pasar global saat ini.
Di sisi lain, ketidakpastian regional masih membayangi setelah Israel memilih menjaga jarak dari kesepakatan damai ini.
Ketegangan di lapangan pun belum sepenuhnya mereda; kantor berita Lebanon (NNA) melaporkan serangan pesawat nirawak (drone) Israel menewaskan sedikitnya empat orang di Lebanon selatan pada Selasa.
Insiden ini memicu teguran publik yang jarang terjadi dari Donald Trump terhadap taktik militer Israel.
Dari sisi permintaan, data terbaru menunjukkan bahwa serapan minyak mentah China pada Mei melonjak turun hingga 9,1 persen secara tahunan (year-on-year) ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa sejumlah kilang di China mulai menguras cadangan internal mereka selama perang Iran berkecamuk.
Sementara itu, laporan American Petroleum Institute (API) mencatat persediaan minyak mentah AS menyusut tajam hingga 8,3 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 12 Juni.
Angka penurunan ini jauh melampaui perkiraan pasar yang semula memprediksi penyusutan sebesar 4,6 juta barel.
Pasar kini tengah menantikan rilis data resmi dari Badan Informasi Energi (EIA) AS pada Rabu siang waktu setempat untuk mengonfirmasi arah pasokan global.
Baca Juga: Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis
-
IHSG-Rupiah Perkasa, Bos Danantara: Investor Mulai Percaya Terhadap Indonesia
-
Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI
-
Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram
-
Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei
-
Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900
-
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
-
Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen
-
IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI
-
MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan
-
Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris