Bisnis / Energi
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:59 WIB
PGEO mengubah limbah panas bumi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. [ist].
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah silika menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan perusahaan.
  • Perusahaan meraih enam penghargaan APQA 2026 atas keberhasilan inovasi pada bidang keamanan siber, digitalisasi sistem, dan efisiensi operasional.
  • Pencapaian inovasi tersebut berkontribusi pada peningkatan produksi listrik nasional sebesar 15,22 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan inovasi pada energi panas bumi atau gheotermal. Perseroan memanfaatkan limbah energi panas bumi menjadi produk bernilai tambah.

Adapun, PGEI, memanfaatkan endapan silika dari fluida panas bumi menjadi Booster Nanosilika Cair. Inovasi tersebut dikembangkan oleh gugus KATRILI.

Tak hanya KATRILI, dua inovasi lainnya juga berhasil meraih predikat Platinum. Gugus SIBERIAN GUYS memperoleh penghargaan melalui inovasi AUTOCYD (Autonomous Cyber Defense) yang dirancang untuk memperkuat keamanan siber perusahaan. Sementara gugus i-TECS meraih Platinum berkat digitalisasi monitoring sistem tata kerja melalui aplikasi Integrated Technology for Governance System (i-TECS).

Berbagai terobosan tersebut menunjukkan fokus PGE dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor panas bumi.

Areal kerja Pertamina Geothermal Energy Lumut Balai.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan penghargaan yang diraih menjadi cerminan kuatnya budaya inovasi yang telah diterapkan perusahaan dari tingkat kantor pusat hingga area operasi.

"Bagi kami, inovasi bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan," ujar Ahmad Yani di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Senada dengan itu, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, bukan sekadar program atau kewajiban.

"Di PGE, inovasi bukan sekadar program atau kewajiban, melainkan bagian dari cara kami bekerja. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah nyata dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan," kata Andi.

Penguatan budaya inovasi tersebut berjalan seiring dengan kinerja operasional yang terus tumbuh. Pada kuartal I 2026, PGE mencatat produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Minat Investor pada Energi Bersih Buka Peluang Proyek Panas Bumi Peroleh Pendanaan Jangka Panjang

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh perusahaan, sedangkan 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas tersebut setara dengan sekitar 70 persen total kapasitas panas bumi terpasang nasional.

Selain itu, perusahaan juga mencatat berbagai capaian keberlanjutan, mulai dari peringkat ESG tertinggi di Indonesia versi Sustainalytics dengan skor 7,1 hingga penghargaan PROPER Emas yang diraih secara beruntun oleh Area Kamojang dan Area Ulubelu.

Adapun dalam APQA 2026, PGE berhasil memborong enam penghargaan yang mencakup aspek kualitas, tata kelola, penciptaan nilai, hingga keberlanjutan. Penghargaan tersebut meliputi The Best Quality Performance Peringkat 1, The Best System Assurance Peringkat 1, The Best Value Creation Achievement Peringkat 1, The Best Category Achievement Peringkat 1, The Best KOMET Influencer Peringkat 3, serta Sustainability Excellence for Operational Unit melalui PGE Area Kamojang sebagai pemenang Cluster PNRE, Shipping & Gas.

"Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PGE sebagai geothermal center of excellence," pungkas Ahmad Yani.

Load More