- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah silika menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan perusahaan.
- Perusahaan meraih enam penghargaan APQA 2026 atas keberhasilan inovasi pada bidang keamanan siber, digitalisasi sistem, dan efisiensi operasional.
- Pencapaian inovasi tersebut berkontribusi pada peningkatan produksi listrik nasional sebesar 15,22 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.
Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan inovasi pada energi panas bumi atau gheotermal. Perseroan memanfaatkan limbah energi panas bumi menjadi produk bernilai tambah.
Adapun, PGEI, memanfaatkan endapan silika dari fluida panas bumi menjadi Booster Nanosilika Cair. Inovasi tersebut dikembangkan oleh gugus KATRILI.
Tak hanya KATRILI, dua inovasi lainnya juga berhasil meraih predikat Platinum. Gugus SIBERIAN GUYS memperoleh penghargaan melalui inovasi AUTOCYD (Autonomous Cyber Defense) yang dirancang untuk memperkuat keamanan siber perusahaan. Sementara gugus i-TECS meraih Platinum berkat digitalisasi monitoring sistem tata kerja melalui aplikasi Integrated Technology for Governance System (i-TECS).
Berbagai terobosan tersebut menunjukkan fokus PGE dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor panas bumi.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan penghargaan yang diraih menjadi cerminan kuatnya budaya inovasi yang telah diterapkan perusahaan dari tingkat kantor pusat hingga area operasi.
"Bagi kami, inovasi bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan," ujar Ahmad Yani di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Senada dengan itu, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, bukan sekadar program atau kewajiban.
"Di PGE, inovasi bukan sekadar program atau kewajiban, melainkan bagian dari cara kami bekerja. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah nyata dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan," kata Andi.
Penguatan budaya inovasi tersebut berjalan seiring dengan kinerja operasional yang terus tumbuh. Pada kuartal I 2026, PGE mencatat produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Minat Investor pada Energi Bersih Buka Peluang Proyek Panas Bumi Peroleh Pendanaan Jangka Panjang
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh perusahaan, sedangkan 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas tersebut setara dengan sekitar 70 persen total kapasitas panas bumi terpasang nasional.
Selain itu, perusahaan juga mencatat berbagai capaian keberlanjutan, mulai dari peringkat ESG tertinggi di Indonesia versi Sustainalytics dengan skor 7,1 hingga penghargaan PROPER Emas yang diraih secara beruntun oleh Area Kamojang dan Area Ulubelu.
Adapun dalam APQA 2026, PGE berhasil memborong enam penghargaan yang mencakup aspek kualitas, tata kelola, penciptaan nilai, hingga keberlanjutan. Penghargaan tersebut meliputi The Best Quality Performance Peringkat 1, The Best System Assurance Peringkat 1, The Best Value Creation Achievement Peringkat 1, The Best Category Achievement Peringkat 1, The Best KOMET Influencer Peringkat 3, serta Sustainability Excellence for Operational Unit melalui PGE Area Kamojang sebagai pemenang Cluster PNRE, Shipping & Gas.
"Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PGE sebagai geothermal center of excellence," pungkas Ahmad Yani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis