Bisnis / Keuangan
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB
COO Danantara, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • BPI Danantara dan BP BUMN mempercepat merger perusahaan asuransi pelat merah di bawah naungan Indonesia Financial Group.
  • Kedua lembaga menargetkan proses konsolidasi perusahaan asuransi tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
  • Langkah strategis ini bertujuan menciptakan perusahaan asuransi BUMN yang lebih sehat, kompetitif, serta memperkuat stabilitas keuangan nasional.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) mempercepat aksi korporasi berupa merger pada perusahaan asuransi pelat merah melalui Indonesia Financial Group (IFG).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembentukan perusahaan asuransi BUMN yang lebih besar, sehat, dan kompetitif di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.

BP BUMN dan Danantara menargetkan proses merger perusahaan asuransi BUMN di bawah IFG dapat diselesaikan pada 2026. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem asuransi BUMN yang lebih terintegrasi dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Untuk memantau perkembangan proses tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.

Ilustrasi Asuransi jiwa IFG.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai aspek penting yang akan menjadi fondasi perusahaan hasil merger. Mulai dari integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan hingga pengembangan sinergi antarentitas yang nantinya berada dalam satu struktur perusahaan.

Selain itu, berbagai langkah strategis yang diperlukan agar proses integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang juga menjadi fokus pembahasan.

"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).

Melalui penggabungan sejumlah entitas asuransi BUMN tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan perusahaan dengan skala usaha yang lebih besar dan memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan industri.

Transformasi yang tengah dijalankan juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas underwriting, memperbesar kemampuan investasi, serta memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Baca Juga: Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Langkah konsolidasi ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat industri jasa keuangan nasional. Dengan struktur yang lebih solid, perusahaan hasil merger diharapkan dapat memainkan peran lebih strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain itu, penguatan industri asuransi BUMN juga diharapkan mampu mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Melalui pembentukan entitas yang lebih besar dan terintegrasi, Danantara dan BP BUMN berharap sektor asuransi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Load More